HUMANIORA
Raih Piala Citra, Yosef Levi Diapresasi Pemkab Sikka
Dukungan nyata bagi ekosistem perfilman daerah masih jadi PR.
Maumere,GardaFlores — Peraih Piala Citra, sutradara Yosef Levi mendapat apresiasi langsung dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Film berjudul Sie yang disutradarainya menjadi pemenang untuk kategori Film Dokumenter Pendek Terbaik dalam Festifal Film Indonesia (FFI) baru-baru ini. Kemenangan ini menjadi salah satu capaian budaya terbesar Sikka dalam beberapa tahun terakhir. Sebuah prestasi yang ironisnya lahir di tengah minimnya fasilitas dan ruang kreasi film di daerah.
Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, dan Wakil Bupati Ir. Simon Subandi Supriadi, menerima langsung Yosef Levi di Ruang Kerja Bupati, Rabu (03/12/2025). Pertemuan berlangsung hangat, dihadiri Kadis Kominfo Very Awales, Kadis Pariwisata Even Edo Meko, Staf Ahli Bupati Akulinus, serta sejumlah jurnalis daerah.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah menyerahkan dukungan dana sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi Yosef Levi yang mampu membawa nama Sikka ke panggung nasional.
Relokasi Pasar Wuring: Pedagang Mulai Melapor, Tapi Masih Bingung
Prestasi Besar dari Daerah Minim Fasilitas
Bupati Sikka mengakui prestasi Levi sebagai pencapaian luar biasa. “Saudara Yosef Levi tidak hanya mengukir prestasi pribadi, tetapi juga membawa nama baik Kabupaten Sikka dan memperkenalkan daerah kita di dunia perfilman nasional,” ujarnya.
Di balik euforia apresiasi itu, muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah keberhasilan Levi lahir dari ekosistem kreatif yang kuat di daerah, atau justru keberhasilan individu yang berjuang nyaris sendirian?

Pemenang Piala Citra Film Dokumenter Pendek Terbaik “SIE”. Yosef Levi (Sutradara) dan Elsyn Puka (Produser), menerima penghargaan. (Tangkapan layar Youtube)
Generasi Muda Butuh Lebih dari Sekadar Ucapan Selamat
Wakil Bupati Simon Subandi menyampaikan harapan agar keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi anak muda Sikka.
“Kami berharap prestasi ini memotivasi generasi muda untuk berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional,” ujarnya.
Namun, tanpa kebijakan konkret, harapan itu berisiko berhenti sebagai slogan. Banyak talenta muda Sikka masih menghadapi hambatan klasik: akses peralatan film, pelatihan profesional, hingga ruang berkarya.
Pemerintah Sikka Terima Dokter UGM, Publik Menunggu Bukti Nyata Perbaikan Layanan Kesehatan
Pemerintah Janji Dukung Ekosistem Seni
Pemkab Sikka menyatakan komitmen untuk memperkuat kreativitas anak muda dan mendorong tumbuhnya ekosistem seni, budaya, dan perfilman. Pernyataan ini menjadi momentum penting untuk mengukur keseriusan pemerintah dalam menata sektor kebudayaan yang selama ini kerap berada di posisi pinggir.
Kemenangan Yosef Levi mestinya menjadi alarm bahwa potensi kreatif Sikka ada, besar, dan menunggu untuk diberi panggung yang layak.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Kepatuhan Royalti Musik Dinilai Jadi Kunci Tumbuhkan Ekonomi Kreatif di Sikka - Garda Flores %