HUMANIORA
Menko Pangan Kunjungi Maumere, Tinjau Program Ketahanan Pangan dan MBG
Maumere, GardaFlores – Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Jumat (1/8/2025). Kunjungan ini dimaksudkan untuk memastikan jalannya program prioritas Presiden Prabowo Subianto, khususnya di sektor pangan dan gizi.
Didampingi Staf Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani serta Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Ahmad Yohan, Menko Zulkifli menyampaikan fokus kunjungannya yaitu memastikan harga komoditas pangan seperti beras dan jagung tetap stabil serta mengevaluasi distribusi pupuk tepat waktu sebelum musim tanam.
“Saya ingin mengecek apakah harga beras sudah sesuai yakni Rp 6.500, bagaimana kondisi harga jagung, serta distribusi pupuk sebelum tanam. Ini penting untuk menjamin ketahanan pangan,” ujarnya.
Baca juga:
THS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
Ia juga memantau pembentukan Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Kelurahan Merah Putih yang menjadi instrumen penting dalam mendukung distribusi pangan serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Hari ini saya ingin lihat langsung apakah Kopdes Merah Putih sudah terbentuk di seluruh desa dan kelurahan. Kalau sudah, ke depan koperasi ini bisa jadi pemasok utama program MBG,” tambahnya.
Terkait program MBG, Zulkifli menjelaskan bahwa dari rencana melayani 80 juta penerima manfaat, saat ini baru menjangkau sekitar 7 juta orang. Pemerintah pun tengah merancang sistem tata kelola baru, termasuk opsi sistem hybrid dan kerjasama dengan sekolah-sekolah sebagai penyedia makanan bergizi.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago melaporkan bahwa di Kabupaten Sikka telah terbentuk 194 koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan.
Baca juga:
IPK KB: Garda Terdepan Perencanaan Keluarga, Saatnya Diperkuat dan Diapresiasi
Ia juga menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi di bidang pertanian seperti lahan kering, curah hujan rendah, serta belum tersedianya teknologi pertanian modern. Tak lupa, Bupati JPYK juga mengemukakan potensi dan tantangan di sektor kelautan dan perikan.
“Kami punya potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa. Sayangnya, belum ada pengolahan dan hilirisasi. Padahal kami ingin membangun kawasan ekonomi perikanan di atas lahan seluas 36 hektar,” jelasnya.
Pada kesempatan itu, Bupati meminta dukungan alat pertanian dan pembangunan cold storage untuk menyimpan hasil laut, yang dinilai penting dalam mendukung program MBG dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak.
“Dengan penguatan petani dan nelayan lokal, kami ingin memastikan ketersediaan rantai pasok untuk program MBG berasal dari masyarakat Sikka sendiri,” ujarnya.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
