Connect with us

HUMANIORA

Rektor UNIPA: Pancasila Bukan Hanya Dikenal, Tetapi Harus Dihayati dan Diperjuangkan

Published

on

Rektor Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, Dr. Yonas K.G.D. Gobang, S.Fil., MA (kanan).

Maumere, GardaFlores – Rektor Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere, Dr. Yonas K.G.D. Gobang, S.Fil., MA mengatakan, Pancasila bukan  hanya dikenal, tetapi harus dihayati dan diperjuangkan.

Hal ini disampaikannya dalam seminar sehari bertema Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila Kepada Masyarakat yang berlangsung di Aula Nawacita UNIPA, Selasa (5/8/2025).

Rektor yang akrab disapa Gery Gobang ini menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, khususnya kepada Andreas Hugo Pareira, yang telah mempercayakan UNIPA sebagai tuan rumah kegiatan tersebut.

Baca juga:
Kuasa Hukum Desak BRI Maumere dan KPKNL Hentikan Pelelangan Agunan, Tuduh Staf Bank Bohongi Debitur

“Tahun 2025, Republik Indonesia memperingati 80 tahun kemerdekaan. Ini adalah tonggak sejarah besar yang mencerminkan kebesaran jiwa para pendiri bangsa. Lagu Indonesia Raya yang tadi kita nyanyikan bukan sekadar lagu, tetapi membangkitkan rasa kebangsaan kita sebagai anak-anak bangsa dari Nusa Nipa,” ungkap Gery dengan penuh semangat.

Ia menegaskan bahwa momentum kemerdekaan tidak hanya dirayakan, tetapi juga perlu direnungkan. “Apa makna merdeka setelah delapan dekade berlalu? Apakah semangat para pendiri bangsa masih hidup dalam nadi generasi penerus hari ini? Saya percaya jawabannya ada di ruang seperti ini,” katanya.

Menurutnya, ruang seminar ini bukan hanya tempat berdiskusi tentang Pancasila, melainkan juga tempat untuk menghidupkan nilai-nilai Pancasila dalam tindakan nyata. Ia mengajak civitas akademika UNIPA untuk hadir sebagai pewaris semangat Sumpah Pemuda, Proklamasi, dan Pembukaan UUD 1945.

Baca juga:
Dua Anggota Polres Sikka Dipecat, Upacara Digelar Secara In Absentia

“Kita berasal dari Nusa Nipa, negeri para leluhur yang mewariskan nilai-nilai gotong royong, kebijaksanaan adat, budaya, dan penghormatan terhadap perbedaan. Semua ini adalah wajah asli dari Pancasila,” ujarnya.

Lebih lanjut, Geri menekankan bahwa Pancasila bukan hanya diajarkan dalam ruang kuliah, tetapi harus menjadi roh dari gerakan transformasi pendidikan yang berpihak pada masa depan bangsa.

“UNIPA melalui semangat kampus berdampak, menjadikan Pancasila sebagai dasar berpikir, bersikap, dan bertindak. Hari ini kita hadir bersama BPIP, masyarakat Kabupaten Sikka, dan seluruh rakyat Indonesia untuk memperjuangkan Pancasila agar tidak hanya dikenal, tetapi juga dialami dan dihayati,” tutup Geri Gobang dengan penuh keyakinan.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending