HUMANIORA
Bupati Sikka Luncurkan Pendistribusian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Buku Tabungan, Penerima Manfaat di Sikka Sebanyak 6.041 Orang
Maumere, GardaFlores – Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago secara resmi meluncurkan pendistribusian kartu BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Ketenagakerjaan dan buku tabungan dari Bank NTT.
Acara peluncuran dilakukan di halaman Bank NTT Cabang Maumere, Sabtu (9/8/2025). Kegiatan ini digelar oleh Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT sebagai bentuk dukungan terhadap pekerja rentan.
Bupati Juventus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTT yang telah memilih Kabupaten Sikka, khususnya Kota Maumere, sebagai lokasi pertama pelaksanaan pendistribusian.
Baca juga:
PADMA Indonesia Desak Kapolri Copot Kanit TPPO Polda NTT Terkait Dugaan Pelecehan Seksual
Menurut Bupati Juventus, jumlah penerima bantuan di Sikka yang mencapai 6.041 orang masih tergolong sedikit dibandingkan dengan kabupaten lain. Karen itu, ia berkomitmen untuk melakukan konsultasi agar jumlah penerima di tahun mendatang bisa meningkat.
“Saya berharap penerima manfaat ini dapat terus bekerja dengan semangat dan lebih produktif, sehingga mampu meningkatkan perekonomian keluarga dan masyarakat pada umumnya,” ujar Bupati.

Kepala Dinas Koperasi dan Nakertrans Provinsi NTT, Sylvia R. Peku Djawang menyebut Kabupaten Sikka menjadi daerah pertama di NTT yang meluncurkan program ini, sehingga memiliki nilai lebih. Total bantuan program jaminan sosial pekerja rentan di NTT mencapai 100.000 peserta, dengan Sikka mendapat kuota 6.041 penerima.
Pada tahap awal, pendistribusian dilakukan untuk dua kecamatan, yaitu Kecamatan Alok dan Kecamatan Alok Timur, dengan total 556 penerima bantuan. Program ini memberikan perlindungan melalui Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).
Baca juga:
Selesaikan Persoalan dengan Nasabah, BRI Cabang Maumere Kedepankan Prinsip Transparansi dan Itikad Baik
“Pemerintah hadir bersama pekerja rentan di NTT. Kami mengajak seluruh penerima untuk terus bekerja keras demi meningkatkan kesejahteraan,” tandas Sylvia.
Acara peluncuran ini turut dihadiri Kadis Nakertrans Sikka Valerianus Samador, Kepala BPJS Ketenagakerjaan NTT Wawan Burhanuddin, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Maumere Ade Aryan Manala Tandi, Pimpinan Bank NTT Cabang Maumere Yosefina G. Lely, serta para penerima jaminan sosial dari dua kecamatan.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
