Connect with us

HUMANIORA

Bupati Sikka: ASN Harus Kompeten dan Melayani dengan Hati

Published

on

Maumere, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago (JPYK) mengatakan, Aparatur Sipil Negara (ASN) bukan hanya dituntut memiliki kompetensi, tetapi juga harus mampu melayani dengan hati. Selain itu, harus menjaga loyalitas kepada bangsa serta mampu bekerja secara kolaboratif lintas sektor.

Pernyataan ini disampaikan Bupati JPYK saat memimpin apel orientasi bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di halaman Kantor Bupati Sikka, Senin (16/6/2025) pagi.

Baca juga:
Pemkab Sikka Luncurkan “Oras Kula Babong”, Wadah Aspirasi Langsung Warga

“Masa orientasi ini bukan sekadar rutinitas formal, tetapi merupakan tahapan penting dalam membentuk karakter, komitmen, dan integritas ASN. Pemerintah membutuhkan aparatur yang bukan hanya kompeten, tetapi juga mampu melayani, loyal terhadap konstitusi dan bangsa, serta bekerja lintas sektor,” katanya.

Bupati mengucapkan selamat datang kepada seluruh CPNS dan PPPK yang telah bergabung sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Menurutnya, amanah yang diterima setiap ASN mengandung harapan besar masyarakat agar mereka menjadi agen perubahan dan motor penggerak pembangunan daerah.

Lebih lanjut, Bupati Juventus menegaskan bahwa keberhasilan ASN tidak hanya diukur dari banyaknya tugas yang diselesaikan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

“Oleh karena itu, selama masa orientasi ini, saya berharap para peserta dapat menerapkan nilai-nilai ASN BerAKHLAK, membangun jejaring kerja yang produktif dan inovatif, serta menanamkan sikap kerja yang disiplin, jujur, dan melayani dengan cepat,” katanya.

Baca juga:
Diskon Tiket Pelni 50 Persen Disambut Antusias Warga Sikka

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKD-PSDM) Kabupaten Sikka, Manyella Da Cunha, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan orientasi bertujuan membina mental dan karakter ASN agar berlandaskan nilai-nilai integritas dan profesionalisme.

Total peserta orientasi sebanyak 1.567 orang, terdiri dari 237 CP3K guru, 227 CP3K tenaga kesehatan, 730 CP3K tenaga teknis, 165 CPNS tenaga kesehatan, dan 208 CPNS tenaga teknis.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Bupati Sikka Simon Subandi Supriadi, pimpinan perangkat daerah, serta seluruh peserta orientasi CPNS dan PPPK.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Jenazah Alfonsius Tiba di Maumere, Pemkab Sikka Gelar Penghormatan Kedinasan

Jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026), setelah tewas ditembak di Jayawijaya. Pemkab Sikka menggelar penghormatan kedinasan dan menyiapkan upacara pemakaman.

Published

on

Jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026), setelah tewas ditembak di Jayawijaya, Papua Pegunungan. Pemkab Sikka menggelar penghormatan kedinasan dan menyiapkan upacara pemakaman pada Senin (14/9/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Jenazah drh. Alfonsius Albinus Mehan, warga Kelurahan Wailiti, Kabupaten Sikka, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua Pegunungan, tiba di Bandara Fransiskus Xaverius Seda, Maumere, Sabtu (12/9/2026) sekitar pukul 14.40 WITA.

Jenazah Alfonsius dibawa menggunakan pesawat CASA Polri 212-200/P-4101 dari Labuan Bajo. Ratusan warga, keluarga, jajaran Pemerintah Kabupaten Sikka, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) telah menunggu kedatangannya di Terminal Kargo Bandara Frans Seda.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, Wakil Bupati Simon Subandi, Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi, serta Plt. Sekda Sikka Margaretha Movaldes Da Bapa turut hadir dalam prosesi tersebut.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

Penghormatan kedinasan digelar setelah pesawat tiba. Dandim 1603/Sikka Letkol Arm Denny Riesta Permana memimpin prosesi penghormatan, sementara peti jenazah diusung aparat gabungan TNI dan Kepolisian.

Jenazah kemudian diserahkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur kepada Pemerintah Kabupaten Sikka untuk selanjutnya dibawa ke rumah duka di Kelurahan Wailiti, Kecamatan Alok Barat.

Ratusan warga berdiri di sepanjang jalan untuk menyaksikan iring-iringan jenazah Alfonsius. Setibanya di rumah duka, keluarga melaksanakan upacara adat penerimaan jenazah.

Alfonsius lahir di Maumere pada 1 Maret 1991. Ia bekerja sebagai dokter hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan.

Darurat Berakhir, 3.370 Warga Sikka Masih Mengungsi

Alfonsius menjadi salah satu dari tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang tewas ditembak di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026). Saat kejadian, ia bersama rombongan sedang menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah.

Berdasarkan informasi medis yang diterima, Alfonsius mengalami luka tembak pada sejumlah bagian tubuh, termasuk bagian belakang kepala, punggung, perut, dan kedua lengan.

Pemulangan jenazah Alfonsius mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Sikka. Sebelumnya, Bupati Juventus menyatakan pemerintah daerah akan menjemput jenazah dan menggelar upacara kenegaraan saat pemakaman.

Pemakaman Alfonsius dijadwalkan berlangsung pada Senin (14/9/2026) pukul 10.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Darurat Berakhir, 3.370 Warga Sikka Masih Mengungsi

Pemerintah Kabupaten Sikka memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga masih mengungsi di Palue dan Nita.

Published

on

Masa tanggap darurat gempa Sikka berakhir pada 11 September 2026 dan memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari. Data per 10 September menunjukkan 3.370 warga dari 897 KK masih mengungsi, terutama di Palue dan Nita. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengakhiri masa tanggap darurat bencana gempa bumi tektonik dan memasuki fase Transisi Darurat ke Pemulihan selama 90 hari, mulai 12 September hingga 10 Desember 2026.

Keputusan tersebut diambil dalam rapat koordinasi Forkopimda dan instansi terkait di Posko Tanggap Darurat BPBD Kabupaten Sikka, Jumat (11/9/2026) malam. Rapat dipimpin Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan dituangkan dalam Berita Acara Nomor TRC.360/03/IX/2026.

Meski masa tanggap darurat berakhir, data Posko per 10 September 2026 menunjukkan masih ada 897 kepala keluarga atau 3.370 jiwa yang berada di tempat pengungsian.

Dari jumlah tersebut, 892 KK atau 3.340 jiwa masih mengungsi di Palue. Sementara di Nita, terdapat 5 KK atau 30 jiwa yang masih berada di pengungsian.

Kronologi Penembakan Tiga ASN Jayawijaya di Muliama, Dihadang Saat Pulang dari Tugas

Data posko juga mencatat 389 KK atau 1.151 jiwa telah kembali secara mandiri dari Posko Terpusat Gelora ke tempat tinggal masing-masing.

Selain persoalan pengungsian, hasil kaji cepat BPBD masih mencatat kerusakan pada rumah warga, fasilitas pendidikan, fasilitas kesehatan, rumah ibadah, bangunan pemerintahan, jalan, serta sarana dan prasarana lainnya.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari pekerjaan pemulihan yang akan ditangani selama masa transisi. Pemerintah daerah bersama BPBD, perangkat daerah, TNI, Polri, instansi terkait, relawan, dan unsur lainnya akan menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing.

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Dalam rapat tersebut, pemerintah juga mempertimbangkan perkembangan aktivitas kegempaan. Berdasarkan pemantauan BMKG, aktivitas gempa mulai menunjukkan pola penurunan. Namun, gempa susulan masih diperkirakan dapat berlangsung sekitar tiga hingga empat minggu.

Karena itu, berakhirnya masa tanggap darurat tidak berarti seluruh dampak bencana telah selesai. Pemenuhan kebutuhan dasar warga, penanganan pengungsi, perbaikan rumah, serta pemulihan fasilitas publik masih menjadi bagian dari fase Transisi Darurat ke Pemulihan.

Sebelumnya, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan apresiasi kepada TNI, Polri, BNPB, Basarnas, PMI, relawan, dan berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan bencana selama masa tanggap darurat.

Memasuki masa transisi, pemerintah daerah akan melanjutkan penanganan dampak gempa melalui program pemulihan selama 90 hari hingga 10 Desember 2026.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Ditembak KKB Saat Jalankan Tugas, Jenazah Alfonsius Dipulangkan ke Sikka, Bupati Siapkan Upacara Kenegaraan

Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, korban penembakan di Jayawijaya, dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemkab Sikka menyiapkan penjemputan dan upacara kenegaraan saat pemakaman.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago menyiapkan penghormatan kedinasan bagi Alfonsius Albinus Mehan yang tewas dalam penembakan di Jayawijaya, Papua Pegunungan. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Jenazah Alfonsius Albinus Mehan, dokter hewan asal Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, dijadwalkan tiba di Maumere, Sabtu (12/9/2026).

Pemerintah Kabupaten Sikka menyiapkan penjemputan secara kedinasan serta upacara kenegaraan saat pemakaman Alfonsius sebagai bentuk penghormatan terakhir.

Bupati Sikka Juventus Primus Yoris Kago mengatakan pemerintah daerah akan terlibat langsung dalam proses penjemputan jenazah.

“Kami yang menjemput dan nanti ada upacara kenegaraannya saat pemakaman,” ujar Juventus, Jumat (11/9/2026).

Alfonsius merupakan salah satu dari tiga pegawai Pemerintah Kabupaten Jayawijaya yang tewas dalam penembakan di Kampung Muliama, Distrik Muliama, Rabu (9/9/2026).

Ibu Alfonsius Kenang Putranya yang Gugur Ditembak di Papua

Saat kejadian, Alfonsius bersama rombongan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sedang menjalankan tugas meninjau kegiatan cetak sawah. Rombongan tersebut kemudian diserang kelompok bersenjata saat berada di wilayah Muliama.

Penembakan itu juga memicu kecaman dari Pemerintah Kabupaten Sikka. Juventus meminta pemerintah dan aparat keamanan mengambil langkah tegas terhadap kelompok bersenjata yang melakukan kekerasan terhadap warga, termasuk mereka yang sedang menjalankan tugas.

Di Sikka, keluarga mengenang Alfonsius sebagai pribadi yang baik, sopan, mudah bergaul, dan senang membantu orang lain.

Glory Hutagalung, salah seorang anggota keluarga, mengatakan Alfonsius dikenal suka membantu tanpa membedakan orang.

“Almarhum orangnya sangat baik, berteman dengan siapa saja. Sangat sopan, kalau tolong orang dengan sepenuh hati,” ujar Glory.

Jenazah Alfonsius dijadwalkan tiba di Maumere pada Sabtu (12/9/2026). Pemerintah Kabupaten Sikka selanjutnya akan memberikan penghormatan kedinasan hingga prosesi pemakaman yang dijadwalkan berlangsung Senin (14/9/2026).»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending