Connect with us

SOSBUD

Dugaan KDRT di Palue, Istri Luka hingga 12 Jahitan Diselesaikan Kekeluargaan

Seorang perempuan berinisial M.A.N. diduga mengalami KDRT di Desa Ladolaka, Palue, Sikka. Korban dilaporkan pingsan dan mengalami luka pada telinga hingga mendapat 12 jahitan. Kasus kemudian dimediasi dan diselesaikan secara kekeluargaan.

Published

on

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., memediasi penyelesaian kasus dugaan KDRT di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores – Seorang perempuan berinisial M.A.N. (46) diduga mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya, M.M.W. (52), di Desa Ladolaka, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Kamis (24/9/2026).

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WITA di rumah pasangan tersebut di Teo, RT/RW 010/005, Desa Ladolaka.

Menurut keterangan yang disampaikan kepada Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, kejadian bermula ketika dua anak pasangan tersebut terlibat keributan di dalam rumah. M.A.N. kemudian berusaha melerai keduanya.

Situasi memanas setelah M.M.W. datang dan membela anak laki-lakinya. Adu mulut antara M.M.W. dan M.A.N. kemudian terjadi.

Buah Pikir Bung Karno dan Tugas Membaca Gagasan Kebangsaan

Dalam kondisi tersebut, M.M.W. diduga mengambil sebuah kursi dan memukul M.A.N. sebanyak dua kali pada bagian kepala. Terlapor juga disebut dalam keadaan emosi dan diduga sebelumnya mengonsumsi minuman keras jenis moke.

Akibat kejadian itu, M.A.N. dilaporkan jatuh dan pingsan. Ia juga mengalami luka robek pada daun telinga sebelah kiri hingga mendapat 12 jahitan.

Kepada Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., M.A.N. menyampaikan bahwa dugaan kekerasan tersebut bukan pertama kali terjadi. Menurut keterangannya, pemukulan disebut telah beberapa kali terjadi ketika muncul keributan dalam rumah tangga.

Setelah kejadian, M.A.N. melaporkan persoalan tersebut kepada Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue.

HIMBARA Salurkan Lebih dari 30 Ton Bantuan untuk Korban Gempa Ngada

Pada Jumat (25/9/2026), M.A.N. dan M.M.W. kemudian dipertemukan dalam kegiatan Problem Solving di rumah korban. Pertemuan tersebut turut disaksikan sejumlah saksi.

Dalam mediasi itu, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan. Kesepakatan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan.

Dalam proses tersebut, M.M.W. diberikan pemahaman agar tidak kembali melakukan kekerasan terhadap M.A.N. maupun anggota keluarga lainnya. Bhabinkamtibmas juga memberikan pembinaan kepada kedua pihak terkait keamanan, ketertiban dan kehidupan rumah tangga.

Penyelesaian secara kekeluargaan tersebut dilakukan setelah M.A.N. mengalami luka pada kepala dan telinga akibat dugaan pemukulan. Korban juga menyampaikan kepada Bhabinkamtibmas adanya dugaan tindakan kekerasan yang pernah terjadi sebelumnya.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Arus Sungai dan Beban Mesin Jadi Tantangan Pembangunan Jembatan Gantung di Watuomok - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

15,2 Ton Beras Disalurkan ke 507 KK di Palue

Sebanyak 507 keluarga di Kecamatan Palue, Sikka, menerima 15.210 kilogram beras bantuan pangan pemerintah untuk periode Juli-September 2026.

Published

on

Penyaluran bantuan pangan berupa 15.210 kilogram beras kepada 507 keluarga penerima manfaat di Desa Ladolaka dan Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Sikka, Selasa (22/9/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 15.210 kilogram atau sekitar 15,2 ton beras bantuan pangan pemerintah disalurkan kepada 507 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur, Selasa (22/9/2026).

Bantuan yang disalurkan melalui Perum Bulog Cabang Maumere tersebut merupakan alokasi untuk periode Juli hingga September 2026. Penyaluran dilakukan di dua desa, yakni Desa Ladolaka dan Desa Nitunglea.

Di Desa Ladolaka, sebanyak 268 keluarga menerima bantuan dengan total 8.040 kilogram beras. Sementara di Desa Nitunglea, bantuan disalurkan kepada 239 keluarga dengan total 7.170 kilogram.

Masing-masing keluarga menerima 30 kilogram beras.

81 Tahun Tanpa Listrik, 302 Rumah di Semparong Ditargetkan Teraliri Listrik Desember 2026

Proses penyaluran mendapat pengamanan dan monitoring dari aparat Polsubsektor Palue-Polsek Nelle untuk memastikan bantuan diterima sesuai daftar penerima dan berlangsung tertib.

Sebelum bantuan diserahkan, petugas melakukan verifikasi data. Penerima wajib menunjukkan identitas berupa KTP atau KK serta bukti terdaftar sebagai penerima. Nama penerima kemudian dicocokkan dengan daftar yang telah ditetapkan dan dicatat dalam buku kendali penyaluran.

Penyaluran melibatkan Perum Bulog Cabang Maumere, Pemerintah Kecamatan Palue, pemerintah desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa serta ketua RT/RW.

Pengawasan dilakukan untuk mencegah penumpukan, keributan maupun potensi penyimpangan selama distribusi berlangsung.

80 Warga Sikka Masih Tempuh 1 Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Hasil monitoring menunjukkan seluruh bantuan telah disalurkan kepada penerima sesuai daftar yang ditetapkan. Tidak ditemukan penyimpangan, ketidaktepatan sasaran maupun kerusakan beras selama proses penyaluran.

Masyarakat penerima menyambut bantuan tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena bantuan dinilai membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga.

Petugas juga mendorong agar data penerima terus diperbarui dan diverifikasi secara berkala. Sosialisasi mengenai jadwal, lokasi serta persyaratan pengambilan bantuan diharapkan dilakukan lebih awal untuk mendukung penyaluran berikutnya.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

80 Warga Sikka Masih Tempuh 1 Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Sebanyak 22 kepala keluarga atau sekitar 80 warga Kampung Koo Jodho, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Sikka, masih harus berjalan sekitar 1 kilometer menuju sumber air dan membawa pulang air menggunakan jerigen.

Published

on

Warga Kampung Koo Jodho, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, mengambil air dari sumber yang berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman.

MAUMERE, GardaFlores – Sebanyak 80 warga Kampung Koo Jodho, Dusun Lenandareta, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, masih harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer untuk mendapatkan air yang digunakan sehari-hari.

Warga yang terdampak terdiri dari 22 kepala keluarga di RT 009/RW 004. Untuk memperoleh air, warga membawa jerigen menuju sumber air, mengisinya, kemudian membawanya kembali ke rumah.

Kondisi tersebut disampaikan warga setempat, Longginus Nong, saat ditemui di Maumere, Minggu (20/9/2026).

“Di sini untuk mendapatkan air, warga harus berjalan kaki sepanjang 1 Km. Warga harus menggunakan jerigen untuk mengisi air minum agar bisa dikonsumsi di rumahnya,” ujar Nong.

Menurut Nong, persoalan warga tidak hanya berkaitan dengan jarak menuju sumber air. Jalan yang harus dilalui warga menuju sumber air juga disebut dalam kondisi sangat buruk sehingga menyulitkan perjalanan.

Mendagri Ungkap Prabowo Setujui Tambahan Anggaran Gempa NTT, Kabupaten Rp20 Miliar dan Provinsi Rp40 Miliar

Kondisi tersebut membuat warga harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan air keluarga.

Menurut informasi yang disampaikan warga, kondisi kesulitan mendapatkan air tersebut telah berlangsung sejak Indonesia merdeka.

Warga Desa Lenandareta berharap Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD Kabupaten Sikka turun langsung melihat kondisi mereka.

Warga berharap pemerintah datang melihat kondisi di lapangan, mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat, serta mencari solusi atas kebutuhan air bersih dan akses menuju sumber air.

Kondisi di Kampung Koo Jodho mencakup 22 keluarga atau sekitar 80 jiwa yang masih mengandalkan sumber air dengan akses sekitar 1 kilometer dari permukiman.

Warga hingga kini masih membawa air menggunakan jerigen dari sumber air menuju rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Kodim Sikka Bersihkan Pantai Kita Sambut HUT ke-81 TNI

Kodim 1603/Sikka menggelar aksi bersih-bersih Pantai Kita di Kelurahan Hewuli bersama Lanal Maumere, Polres Sikka, Basarnas dan Persit dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI.

Published

on

Personel Kodim 1603/Sikka bersama Lanal Maumere, Polri, Basarnas Maumere dan Persit melaksanakan aksi bersih-bersih Pantai Kita, Hewuli, menyambut HUT ke-81 TNI.

MAUMERE, GardaFlores – Kodim 1603/Sikka menggelar aksi bersih-bersih kawasan pesisir Pantai Kita, Kelurahan Hewuli, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Jumat (18/9/2026), dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Kegiatan tersebut melibatkan personel Kodim 1603/Sikka, Lanal Maumere, Polres Sikka, Basarnas Maumere, serta anggota Persit.

Aksi mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat Adil dan Makmur.”

Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba Dominggus Melianus Atamani memimpin langsung kegiatan tersebut. Turut hadir Pgs. Palaksa Lanal Maumere Mayor Laut (T) Nono Sumarno, Pasiter Kodim 1603/Sikka Kapten Inf Amran Tiwa, Waka Polsek Alok Ipda Laurensius Laka, serta personel dari unsur TNI, Polri, Lanal, Basarnas dan Persit.

Kegiatan diawali apel, pengecekan personel dan doa bersama. Setelah itu, seluruh peserta menyisir kawasan Pantai Kita untuk mengumpulkan dan membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang pesisir.

Oikumene Polres Sikka Serahkan Santunan Rp15 Juta untuk Keluarga Aipda Charles Rondo

Personel TNI, Polri, Lanal, Basarnas dan Persit terlibat dalam kegiatan tersebut secara bersama-sama.

Kasdim 1603/Sikka Mayor Cba Dominggus Melianus Atamani mengatakan aksi bersih pantai itu tidak hanya bertujuan membersihkan kawasan pesisir, tetapi juga mengajak seluruh elemen menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan membersihkan kawasan pantai, tetapi juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Semangat gotong royong seperti ini perlu terus dipelihara karena lingkungan yang bersih merupakan tanggung jawab bersama,” ujar Dominggus.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Aksi bersih Pantai Kita juga menjadi bagian dari kegiatan sosial Kodim 1603/Sikka dalam menyambut HUT ke-81 TNI bersama masyarakat dan unsur terkait.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending