HUMANIORA
Gempa Retakkan 30 Tiang, 630 Siswa SMPN 1 Maumere Direlokasi ke SKB
Bangunan SMPN 1 Maumere dinyatakan tidak layak digunakan setelah gempa meretakkan dan memiringkan sekitar 30 tiang. Sebanyak 630 siswa direlokasi ke SKB Maumere.
MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 630 siswa SMP Negeri 1 Maumere akan menjalani kegiatan belajar mengajar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Maumere setelah bangunan sekolah mereka dinyatakan tidak layak digunakan akibat kerusakan pascagempa bumi Flores.
Relokasi dilakukan setelah hasil identifikasi menemukan sekitar 30 tiang bangunan SMPN 1 Maumere mengalami retak dan miring akibat guncangan gempa. Kondisi tersebut membuat seluruh 30 rombongan belajar di sekolah itu harus dipindahkan.
“Paling utama SMPN 1 Maumere. Dari 30 rombongan belajar yang ada di sekolah tersebut harus direlokasi seluruhnya karena dari sisi teknis tidak layak untuk KBM,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka, Patris Federiko, kepada wartawan, Jumat (28/8/2026).
JK Dorong Pemulihan Gempa Flores: Pengungsi Jangan Hanya Menunggu Bantuan
Aktivitas belajar mengajar untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Sikka dijadwalkan kembali dimulai pada Senin, 31 Agustus 2026. Keputusan relokasi SMPN 1 Maumere diambil dalam rapat yang dipimpin Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago pada Kamis malam.
Sementara itu, peserta didik PAUD dan TK akan menjalani pembelajaran dari rumah atau Belajar Dari Rumah (BDR) selama satu minggu.
Pada masa awal pembelajaran, sekolah tidak langsung menjalankan kegiatan akademik secara penuh. Pemerintah daerah menyiapkan kegiatan trauma healing bagi siswa selama tiga hingga empat hari pertama, sementara guru akan mendapat pendampingan pada hari kelima dan keenam.
“Kami juga akan minta kepada semua sekolah melaksanakan pertemuan dengan orangtua murid untuk memahami kondisi ini, sehingga orangtua punya satu pemahaman bahwa anaknya bisa belajar dengan nyaman di sekolah,” ujar Patris.
Wali Kota Kupang Serahkan Rp200 Juta dan 500 Paket Sembako untuk Korban Gempa Sikka
Kerusakan akibat gempa juga terjadi di sejumlah sekolah lain di Kabupaten Sikka. Dari 70 sekolah yang telah diidentifikasi bersama konsultan, sebanyak 24 sekolah dilaporkan mengalami kerusakan total dengan 96 ruang kelas terdampak.
Pemerintah Kabupaten Sikka berkoordinasi dengan Satgas Penanganan Gempa Bumi untuk menyiapkan tenda sebagai ruang belajar sementara bagi sekolah yang bangunannya belum dapat digunakan.
“Pendirian tenda untuk KBM segera dikoordinasikan dengan Satgas Penanganan Gempa Bumi. Semoga segera disiapkan, sehingga hari Senin sudah bisa aktivitas,” kata Patris.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL12 months agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: BPJS Ketenagakerjaan Verifikasi Korban Gempa Sikka, Salurkan Bantuan Rp31,25 Juta untuk Pengungsi - Garda Flores %