HUMANIORA
AMPI Sikka Tuntaskan Plt Ketua Kecamatan, Konsolidasi Pemuda Dipacu Menuju Musda
“AMPI harus menjadi ruang yang terbuka bagi anak muda untuk terlibat.”
MAUMERE, GardaFlores — Konsolidasi organisasi Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Sikka periode 2026–2031 memasuki fase penting setelah penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AMPI di seluruh kecamatan rampung dalam forum konsolidasi yang digelar di Inpekma Maumere, Minggu (15/3/2026).
Forum tersebut dihadiri Pelaksana Tugas Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, bersama sejumlah pemuda yang terlibat dalam proses pembentukan struktur organisasi tingkat kabupaten dan kecamatan.
Dalam pertemuan itu, peserta juga merumuskan kerangka bidang organisasi yang akan menjadi dasar kerja kepengurusan AMPI Sikka untuk lima tahun ke depan. Kerangka tersebut disiapkan sebagai pijakan dalam memperkuat tata kelola organisasi sekaligus memperluas konsolidasi jaringan kepemudaan di tingkat kecamatan.
Penunjukan Plt Ketua AMPI di seluruh kecamatan disebut telah rampung. Para Plt Ketua selanjutnya akan menerima Surat Keputusan (SK) resmi sebagai dasar menjalankan konsolidasi organisasi di wilayah masing-masing.
Selain memantapkan struktur organisasi, forum konsolidasi juga membahas agenda pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) AMPI Sikka yang akan menentukan kepengurusan definitif organisasi untuk periode mendatang. Jadwal Musda masih akan disesuaikan dengan agenda internal organisasi.
Enam Pemuda Sikka Lolos Seleksi Nasional Prajurit TNI AL 2026, Siap Ikuti Pendidikan Militer
Sebagai bagian dari rangkaian menuju Musda, AMPI Sikka juga menyiapkan sejumlah kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung. Salah satu program yang direncanakan adalah pelayanan pengobatan gratis bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan.
Pelaksana Tugas Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi merupakan langkah strategis untuk memperkuat peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
“AMPI harus menjadi ruang yang terbuka bagi anak muda untuk terlibat, berorganisasi, dan berkontribusi bagi masyarakat,” kata Yance.
AMPI dikenal sebagai salah satu organisasi kepemudaan yang berperan dalam pembinaan dan pengembangan kapasitas generasi muda di berbagai daerah. Penguatan struktur organisasi di tingkat lokal dinilai penting untuk memperluas partisipasi pemuda dalam kegiatan sosial, kemasyarakatan, maupun pembangunan daerah.
Penguatan organisasi kepemudaan di tingkat daerah juga dinilai sejalan dengan arah kebijakan pembangunan kepemudaan nasional yang menempatkan generasi muda sebagai salah satu motor penggerak transformasi sosial dan ekonomi di daerah. Konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput diharapkan dapat memperluas ruang partisipasi pemuda sekaligus memperkuat kontribusi mereka dalam pembangunan daerah secara berkelanjutan.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka

Pingback: Konsolidasi AMPI Sikka Mengerucut, Targetkan Pemuda Jadi Motor Perubahan Daerah Jelang Musda 2026 - Garda Flores %