HUMANIORA
Bupati Sikka Sambut Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis, Figur Inspiratif yang Siap Angkat Nama Daerah ke Panggung Nasional
Sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam memajukan Kabupaten Sikka.
MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menerima audiensi Putri Indonesia NTT 2026 Melisa Sonia Folis di ruang kerjanya di Lantai 2 Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari, Maumere, Kamis (5/3/2026). Pertemuan tersebut menegaskan dukungan Pemerintah Kabupaten Sikka terhadap generasi muda berprestasi yang mampu membawa nama daerah ke panggung nasional.
Audiensi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Bupati Sikka menyampaikan apresiasi atas capaian Melisa Sonia Folis yang berhasil meraih gelar Putri Indonesia NTT 2026 dan menjadi salah satu figur muda inspiratif bagi masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Sikka.
“Kehadiran figur muda yang inspiratif sangat penting dalam memotivasi generasi muda untuk terus berkarya dan berprestasi,” kata Juventus.
Menurutnya, ajang pemilihan Putri Indonesia tidak sekadar menampilkan kecantikan, tetapi juga menuntut kecerdasan, kepribadian, serta kepedulian terhadap berbagai isu sosial dan budaya.
Pemkab Sikka Terima 12 Dokter Internsip, Perkuat Layanan Kesehatan hingga 2027
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi masyarakat kita. Kami berharap kehadiran Putri Indonesia NTT 2026 dapat ikut mempromosikan potensi pariwisata, budaya, dan kekayaan daerah,” ujarnya.
Sementara itu, Melisa Sonia Folis menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh pemerintah daerah dan masyarakat Sikka. Ia menegaskan komitmennya untuk terus membawa nama baik Nusa Tenggara Timur sekaligus memperkenalkan potensi daerah di tingkat nasional maupun internasional.
Pertemuan tersebut juga diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan generasi muda dalam memajukan Kabupaten Sikka, khususnya melalui promosi pariwisata, budaya, serta pengembangan berbagai potensi lokal.
Melisa Sonia Folis lahir di Maumere pada 4 Juli 2000. Ia akan mewakili Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam ajang Puteri Indonesia 2026 tingkat nasional.
Alumni SMAK Frateran Maumere itu menjadi salah satu peserta yang lolos dalam audisi nasional Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Graha Mustika Ratu, Jakarta. Melisa mengikuti audisi nasional gelombang pertama dan berhasil melewati proses seleksi hingga ditetapkan sebagai finalis Puteri Indonesia 2026.
Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Yayasan Puteri Indonesia.
Melisa Sonia Folis dijadwalkan mengikuti malam final Puteri Indonesia 2026 yang akan digelar pada 24 April 2026 di Plenary Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.»(rel)
HUMANIORA
Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea
Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).
Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.
Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.
Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.
Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.
Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)
HUMANIORA
Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga
Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.
MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.
Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.
Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.
Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.
Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
HUMANIORA
Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela
P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.
MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.
Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.
B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.
B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.
Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.
Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue
Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.
Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.
Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.
Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
