Connect with us

HUMANIORA

Gedung Terapi Serbaguna Bhakti Luhur Maumere Mulai Dibangun

Published

on

Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) Sr. Corrie dan Ketua Panitia Pembangunan Gedung Terapi Albertus Benbeo.

Maumere, GardaFlores – Pembangunan Gedung Terapi Serbaguna Bhakti Luhur di Jalan Wairklau, Maumere, resmi dimulai, Sabtu (9/8/2025). Prosesi pembukaan ditandai dengan misa syukur dan peletakan batu pertama oleh Romo RD Felix Dari dan Pater Dion Juang MI.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Asosiasi Lembaga Misionaris Awam (ALMA) Sr. Corrie, Ketua Panitia Pembangunan Albertus Benbeo, serta para undangan lainnya. Usai peletakan batu, acara dilanjutkan dengan resepsi yang diwarnai penampilan nyanyian dan tarian dari anak-anak SLB ALMA.

Baca juga:
Bupati Sikka Luncurkan Pendistribusian Kartu BPJS Ketenagakerjaan dan Buku Tabungan, Penerima Manfaat di Sikka Sebanyak 6.041 Orang

Ketua panitia pembangunan, Albertus Benbeo menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya peletakan batu pertama tersebut.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pendukung yang dengan penuh semangat memberikan dukungan atas peletakan batu pertama gedung terapi serbaguna ini,” ujarnya.

Sementara itu, Sr. Corrie menjelaskan bahwa pembangunan gedung ini merupakan upaya memenuhi kebutuhan pendidikan bagi 201 peserta didik SLB Bhakti Luhur Maumere, yang terdiri dari jenjang SDLB, SMPLB, hingga SMALB dengan berbagai ragam disabilitas.

Menurutnya, gedung ini akan dilengkapi ruang terapi wicara, terapi 3M, bina gerak, ruang autis (individu, kelompok, dan bermain), serta ruang keterampilan untuk mengembangkan potensi siswa. Fasilitas tersebut diharapkan mampu menunjang penanganan secara komprehensif dan mendukung kemandirian anak-anak berkebutuhan khusus.

Baca juga:
PADMA Indonesia Desak Kapolri Copot Kanit TPPO Polda NTT Terkait Dugaan Pelecehan Seksual

Pembangunan dilakukan secara bertahap sesuai ketersediaan dana. Sr. Corrie menyebut, pihaknya telah mendapat dukungan dari Uskup Maumere dan mengajukan proposal bantuan ke berbagai pihak, termasuk Keuskupan Agung Semarang.

“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, akan sangat membantu realisasi pembangunan gedung terapi dan keterampilan di SLB Bhakti Luhur Maumere,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending