Connect with us

PENKES

Setelah 20 Tahun Menanti, SMP Negeri Henga Kini Berdiri dengan Gedung Baru

SMP Negeri Henga memiliki 12 tenaga pendidik dan kependidikan.

Published

on

Kepala SMP Negeri Henga, Silvina Sinta: “Kerinduan masyarakat selama kurang lebih 20 tahun akan kehadiran SMP negeri akhirnya bisa terwujud.” FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Penantian sekitar dua dekade masyarakat Desa Henga, Kecamatan Talibura, Kabupaten Sikka, terhadap kehadiran sekolah menengah pertama negeri dengan fasilitas memadai akhirnya terwujud setelah SMP Negeri Henga resmi menempati gedung baru, Senin (27/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan Kepala SMP Negeri Henga, Silvina Sinta, S.Ag, dalam acara syukuran, peresmian, dan serah terima gedung sekolah yang dihadiri Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago, anggota DPRD Dapil III Adeodatus, pimpinan perangkat daerah, Camat Talibura Fransiskus Ismael, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

“Kerinduan masyarakat selama kurang lebih 20 tahun akan kehadiran SMP negeri akhirnya bisa terwujud,” kata Silvina.

Menurut dia, SMP Negeri Henga awalnya merupakan sekolah satu atap (SATAP) yang bergabung dengan SDI Henga dan mulai berdiri pada 2006 melalui dukungan lembaga internasional AUS AID di sektor pendidikan dan kesehatan.

Pada periode 2018 hingga 2020, pemerintah desa bersama komite sekolah dan masyarakat mulai mendorong perubahan status sekolah menjadi sekolah negeri.

Upaya tersebut, lanjut Silvina, terealisasi pada 2021 melalui Keputusan Bupati Sikka Nomor 27/HK/2021, kemudian mulai beroperasi sebagai sekolah negeri pada Maret tahun yang sama.

Bupati Sikka Resmikan Gedung Baru SMPN Henga, Perluas Akses Pendidikan di Talibura

Gedung Baru Dibangun Rp1,94 Miliar

Berdasarkan data sekolah, pembangunan gedung SMP Negeri Henga pada 2025 menelan anggaran Rp1,94 miliar. Dana tersebut bersumber dari Program Revitalisasi Pendidikan Kementerian Pendidikan, APBD Kabupaten Sikka, dan Dana Alokasi Umum.

Fasilitas yang dibangun meliputi ruang laboratorium IPA, ruang UKS, tiga ruang kelas, ruang guru/tata usaha, toilet, serta pengadaan 60 unit meja dan kursi siswa.

Kehadiran fasilitas baru itu diharapkan meningkatkan kenyamanan belajar mengajar sekaligus mendukung mutu pendidikan di wilayah Talibura.

Miliki 70 Siswa dan 12 Tenaga Pendidik

Saat ini SMP Negeri Henga memiliki 12 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri atas 11 guru dan satu tenaga kependidikan. Dari jumlah tersebut, empat orang berstatus ASN, enam PPPK, dan satu tenaga honorer.

Wisata Literasi, Gerakan Baca 30 Menit Diterapkan di Sekolah Desa Tanaduen, Sikka

Jumlah siswa tercatat sebanyak 70 orang, terdiri atas kelas VII sebanyak 20 siswa, kelas VIII 20 siswa, dan kelas IX sebanyak 30 siswa.

Sekolah ini juga ditopang lulusan dari tiga sekolah dasar utama, yakni SDI Henga, SDK Bokang, dan SDK Wailamung, serta dua sekolah irisan yaitu SDN Klatang dan SDK Kajowaing di Desa Waipaar.

Dorong Pemerataan Pendidikan

Peresmian gedung baru SMP Negeri Henga dinilai menjadi langkah penting pemerataan pendidikan di Kabupaten Sikka, khususnya wilayah Kecamatan Talibura yang sebelumnya menghadapi keterbatasan sarana pendidikan tingkat menengah pertama.

Setelah peresmian, sekolah akan mulai memanfaatkan seluruh fasilitas baru untuk kegiatan belajar mengajar, sementara masyarakat berharap peningkatan mutu pendidikan terus berlanjut.»(rel)

PENKES

Revitalisasi SDK Gehak Capai 46 Persen, Bupati Sikka Minta P2SP Jaga Tenggat

Revitalisasi SDK Gehak dengan anggaran APBN Rp883,85 juta baru mencapai 46 persen pada awal November. Bupati Sikka meminta P2SP mengoptimalkan waktu agar pekerjaan selesai sesuai masa pelaksanaan 120 hari kalender.

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago memantau progres revitalisasi SDK Gehak yang dilaporkan mencapai 46 persen pada awal November 2026. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Pekerjaan revitalisasi SDK Gehak di Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, baru mencapai 46 persen pada awal November 2026. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meminta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mengoptimalkan waktu pelaksanaan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.

Permintaan itu disampaikan Juventus saat memantau pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut di Dusun Gehak Reta, Senin (2/11/2026).

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu memiliki total anggaran Rp883.852.878 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaannya mencakup pembangunan dan perbaikan enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah.

Juventus meminta P2SP memperhatikan waktu yang tersisa dan menambah tenaga kerja apabila diperlukan untuk mempercepat pekerjaan.

“Apabila membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mempercepat proses pengerjaan, bisa ditambahkan,” ujar Juventus.

Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka

Berdasarkan laporan P2SP SDK Gehak, progres pekerjaan hingga awal November telah mencapai 46 persen. Pihak pelaksana menyatakan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026.

Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di ruang darurat yang telah disediakan. Saat mengunjungi sekolah, Juventus sempat berdialog dengan para siswa yang mengikuti pembelajaran di ruang tersebut.

Kepala SDK Gehak, Katharina Leni, mengatakan sekolah itu memiliki 58 siswa pada 2026. Kegiatan pendidikan didukung 11 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri atas sembilan guru serta dua tenaga kependidikan yang bertugas sebagai petugas perpustakaan dan operator komputer.

Menurut Katharina, revitalisasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih memadai.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka

Kementerian Kesehatan dan PT Astra International Tbk mendukung penguatan layanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Bloro, Kabupaten Sikka. Program ILP diluncurkan pada Senin (2/11/2026).

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menghadiri peluncuran Program Penguatan Integrasi Layanan Primer di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita, Senin (2/11/2026). FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores – Pelayanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mendapat dukungan melalui Program Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melibatkan Kementerian Kesehatan RI dan PT Astra International Tbk.

Program tersebut diluncurkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tebuk dan Desa Bloro, Senin (2/11/2026). Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan Astra dalam rehabilitasi serta penyediaan fasilitas kesehatan di kedua desa tersebut.

Menurut Juventus, penguatan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan tenaga medis. Keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan juga diperlukan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.

“Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan harus menjaga komitmen bersama demi tercapainya pola hidup sehat yang berkelanjutan,” kata Juventus.

26 Kelompok Tani Sikka Terima Alokasi Irpom, Pencairan Dana Baru 70 Persen

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian terhadap kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sikka. Ia berharap dukungan tersebut berlanjut, terutama melalui program Dokter Nusantara Sehat dan penataan tenaga medis spesialis pascabencana.

Kepada PT Astra International Tbk, Juventus mengapresiasi kontribusi melalui program CSR Kesehatan Astra yang mencakup rehabilitasi dan penyediaan fasilitas kesehatan di Desa Tebuk dan Bloro.

Menurutnya, penguatan fasilitas di tingkat desa dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga kelompok lanjut usia.

“Dukungan dan kolaborasi seperti ini sangat berharga bagi kami. Pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dari seluruh pihak—pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, hingga masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.

Jalan Tak Cukup Diaspal: Persoalan Lahan Desa Dile Harus Dituntaskan

Juventus juga meminta tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan secara cepat, ramah, dan maksimal. Ia mengapresiasi peran tenaga kesehatan serta kader Posyandu yang selama ini melayani masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

Pemerintah Desa Tebuk dan Desa Bloro bersama tokoh masyarakat juga diharapkan terlibat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.

Selain bidang kesehatan, dukungan Astra di Kabupaten Sikka juga mencakup kegiatan kewirausahaan dan pertanian, termasuk pengembangan komoditas kakao. Namun, bahan kegiatan yang disampaikan belum merinci bentuk bantuan, kelompok penerima, maupun capaian program di sektor tersebut.

Peluncuran program dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Camat Nita, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kader Posyandu, serta Pastor Paroki Nita.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi

Pemkab Sikka menyiapkan delapan paket ruang kelas darurat dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar dari alokasi pendidikan Rp1,626 miliar. SDN Nitung dan sejumlah sekolah di wilayah Awa, Palue, belum terakomodasi karena keterbatasan waktu dan kendala mobilisasi material.

Published

on

Kepala Dinas PKO Sikka Patrisius Pederiko menjelaskan rencana pembangunan delapan paket ruang kelas darurat pascagempa di Kabupaten Sikka. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengalokasikan Rp1.626.812.060 dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pemulihan infrastruktur pendidikan pascagempa. Namun, program delapan paket ruang kelas darurat (RKD) yang menggunakan sekitar Rp1,4 miliar belum menjangkau sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan, termasuk SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Kecamatan Palue.

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan keterbatasan waktu pengerjaan dan kendala mobilisasi material menjadi alasan sejumlah sekolah belum dapat dimasukkan dalam program tersebut.

“Di Kecamatan Palue sebenarnya tidak hanya lima sekolah. Namun, mengingat pelaksanaan proyek harus selesai dalam tahun anggaran ini dan kondisi wilayah menyulitkan mobilisasi barang, beberapa sekolah tidak bisa diakomodasi,” ujar Patrisius di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).

Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu

Dari total alokasi Rp1.626.812.060 untuk Kabupaten Sikka, sekitar Rp1,4 miliar digunakan untuk pembangunan delapan paket RKD beserta fasilitas mebeler.

Delapan paket tersebut tersebar di SDN Todang, Kecamatan Bola; SDI Iligetang, Kecamatan Alok Timur; SMP Santo Robertho Biket, Kecamatan Waigete; serta lima sekolah lainnya di Kecamatan Palue.

Patrisius menyebut SDN Nitung, yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk sekolah yang belum terakomodasi. Sekolah-sekolah di wilayah Awa juga belum masuk dalam paket yang sedang disiapkan.

Untuk delapan paket yang telah direncanakan, Pemkab Sikka menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 15 Desember 2026. Namun, penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga baru dijadwalkan pada 4 November 2026, dengan masa pengerjaan 45 hari kerja.

Patrisius mengatakan pemilihan lokasi telah mempertimbangkan perhitungan teknis agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat.

“Kami mempertimbangkan lokasi yang secara perhitungan teknis benar-benar bisa dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan ini, yakni November dan Desember. Targetnya, 15 Desember 2026 seluruh pekerjaan harus sudah selesai,” katanya.

Ruang kelas darurat akan menggunakan konstruksi baja ringan, atap seng, dan dinding kasibor. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan ruang kelas beserta fasilitas mebeler.

Pencatatan 19 Jenis Karya Hak Cipta Bakal Gratis Mulai November

Patrisius mengatakan pihaknya meminta kontraktor melaksanakan pekerjaan tanpa uang muka. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen.

“Bagi yang tidak siap secara finansial dan komitmen, kami persilakan mundur, karena kami mencari yang benar-benar siap bekerja cepat,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya menyatakan dana Banpres senilai Rp20 miliar ditargetkan terealisasi hingga akhir Desember 2026. Dalam konferensi pers pada 20 Oktober 2026, pemerintah daerah mencatat realisasi dana tersebut sebesar Rp2.391.729.320,76 atau 11,96 persen.

Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan pengelolaan dana bantuan akan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, serta Inspektorat untuk melakukan pengawasan.

Dengan jadwal kontrak yang dimulai pada November dan target penyelesaian pada 15 Desember 2026, delapan paket RKD tersebut memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas. Sementara itu, SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Palue, masih belum masuk dalam paket penanganan yang dijelaskan Kepala Dinas PKO.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending