PENKES
Sekolah di Maumere Bangun Ekosistem Literasi, 300 Siswa Ikuti Reading Camp Berbasis Pembiasaan Membaca
Reading Camp di SDK Yos Sudarso memperlihatkan penguatan literasi tidak selalu bergantung pada pembangunan fasilitas baru.
MAUMERE, GardaFlores — Di tengah berbagai tantangan literasi anak Indonesia, SDK Yos Sudarso Maumere memilih membangun budaya membaca melalui pembiasaan yang berlangsung setiap hari di sekolah. Komitmen itu diperkuat melalui Reading Camp yang melibatkan sekitar 300 peserta didik sebagai bagian dari pengembangan ekosistem literasi sejak usia dasar.
Kegiatan yang berlangsung di halaman sekolah, Senin (3/8/2026), tidak dirancang sebagai lomba membaca ataupun kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari strategi sekolah membiasakan peserta didik berinteraksi dengan buku sesuai tahap perkembangan mereka.
Program tersebut mendapat dukungan Tim Literasi Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Camat Alok Timur Kasianus Kei, perwakilan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sikka Yosef Supratman, S.Pd., Pemerintah Kelurahan Beru, Komite Sekolah, guru, orang tua, serta berbagai unsur masyarakat.
Reading Camp dikembangkan melalui konsep Wisata Literasi, dengan materi yang disusun secara bertahap mulai dari pengenalan huruf, penguasaan kosakata, merangkai kalimat, membaca lancar, hingga membaca pemahaman bagi peserta didik yang telah memiliki kemampuan literasi lebih tinggi.
20 Tim SD Bersaing di Merdeka Cup I Nita, Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola Usia Dini
Kepala SDK Yos Sudarso Maumere, Sr. Hubertina Nino, mengatakan peningkatan kemampuan membaca hanya dapat dicapai apabila literasi menjadi kebiasaan yang tumbuh dalam kehidupan sekolah, bukan sekadar program yang dilaksanakan pada momen tertentu.
“Di SDK Yos Sudarso, kami telah menerapkan Gong Literasi Gerakan 30 Menit Membaca sebelum pembelajaran dimulai dan setelah jam sekolah berakhir. Program ini dipadukan dengan implementasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia sehingga membaca menjadi bagian dari karakter, bukan sekadar kewajiban. Kami ingin melahirkan generasi yang gemar membaca, mampu berpikir kritis, kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan literasi menjadi fondasi bagi peserta didik untuk memahami informasi, menyelesaikan persoalan, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis sejak usia sekolah dasar.
Camat Alok Timur, Kasianus Kei, menilai pembiasaan membaca perlu menjadi gerakan bersama seluruh satuan pendidikan karena literasi, numerasi, dan sains merupakan fondasi pembangunan sumber daya manusia.
“Anak-anak yang rajin membaca akan memiliki wawasan yang luas, kemampuan berpikir logis, serta mampu mengambil keputusan dengan bijaksana. Literasi bukan hanya kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami kehidupan. Saya mengajak seluruh sekolah menjadikan gerakan literasi sebagai budaya bersama agar lahir generasi Kabupaten Sikka yang cerdas, berkarakter, inovatif, dan berdaya saing,” katanya.
Pandangan serupa disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales. Ia menilai Reading Camp menjadi contoh praktik baik dalam membangun budaya membaca karena memadukan pembelajaran, pembiasaan, dan keterlibatan berbagai pihak.
Bunda Literasi Sikka Ajak Orang Tua Bangun Budaya Membaca, Kurangi Ketergantungan Anak pada Gawai
“Kegiatan literasi memiliki peran penting dalam membentuk generasi pembelajar sepanjang hayat. Anak-anak yang terbiasa membaca akan lebih mudah memahami pelajaran, berpikir kritis, berkomunikasi dengan baik, serta berani bermimpi dan mewujudkan cita-citanya. Kami berharap kegiatan seperti ini menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Ia mendorong sekolah-sekolah memperkuat fungsi perpustakaan sebagai pusat belajar sekaligus memperluas kolaborasi dengan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan dalam mengembangkan berbagai program literasi.
Reading Camp di SDK Yos Sudarso memperlihatkan bahwa penguatan literasi tidak selalu bergantung pada pembangunan fasilitas baru, tetapi dapat dimulai melalui pembiasaan membaca yang dilakukan secara konsisten, didukung metode pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik, serta melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Model tersebut menjadi salah satu contoh bagaimana gerakan literasi dapat dikembangkan dari tingkat sekolah untuk membentuk budaya belajar yang berkelanjutan sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak jenjang pendidikan dasar.»(rel)
PENKES
Revitalisasi SDK Gehak Capai 46 Persen, Bupati Sikka Minta P2SP Jaga Tenggat
Revitalisasi SDK Gehak dengan anggaran APBN Rp883,85 juta baru mencapai 46 persen pada awal November. Bupati Sikka meminta P2SP mengoptimalkan waktu agar pekerjaan selesai sesuai masa pelaksanaan 120 hari kalender.
MAUMERE, GardaFlores – Pekerjaan revitalisasi SDK Gehak di Desa Koting D, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, baru mencapai 46 persen pada awal November 2026. Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, meminta Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) mengoptimalkan waktu pelaksanaan agar seluruh pekerjaan selesai sesuai jadwal.
Permintaan itu disampaikan Juventus saat memantau pekerjaan revitalisasi sekolah tersebut di Dusun Gehak Reta, Senin (2/11/2026).
Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu memiliki total anggaran Rp883.852.878 dengan masa pelaksanaan 120 hari kalender. Pekerjaannya mencakup pembangunan dan perbaikan enam ruang kelas, satu ruang perpustakaan, satu unit toilet, serta penataan lingkungan sekolah.
Juventus meminta P2SP memperhatikan waktu yang tersisa dan menambah tenaga kerja apabila diperlukan untuk mempercepat pekerjaan.
“Apabila membutuhkan tambahan tenaga kerja untuk mempercepat proses pengerjaan, bisa ditambahkan,” ujar Juventus.
Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka
Berdasarkan laporan P2SP SDK Gehak, progres pekerjaan hingga awal November telah mencapai 46 persen. Pihak pelaksana menyatakan optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Desember 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, kegiatan belajar mengajar tetap berjalan di ruang darurat yang telah disediakan. Saat mengunjungi sekolah, Juventus sempat berdialog dengan para siswa yang mengikuti pembelajaran di ruang tersebut.
Kepala SDK Gehak, Katharina Leni, mengatakan sekolah itu memiliki 58 siswa pada 2026. Kegiatan pendidikan didukung 11 tenaga pendidik dan kependidikan, terdiri atas sembilan guru serta dua tenaga kependidikan yang bertugas sebagai petugas perpustakaan dan operator komputer.
Menurut Katharina, revitalisasi tersebut dibutuhkan untuk mendukung kegiatan belajar mengajar melalui penyediaan sarana dan prasarana sekolah yang lebih memadai.»(rel)
PENKES
Astra dan Kemenkes Dukung Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Dua Desa Sikka
Kementerian Kesehatan dan PT Astra International Tbk mendukung penguatan layanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Bloro, Kabupaten Sikka. Program ILP diluncurkan pada Senin (2/11/2026).
MAUMERE, GardaFlores – Pelayanan kesehatan primer di Desa Tebuk dan Desa Bloro, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, mendapat dukungan melalui Program Penguatan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang melibatkan Kementerian Kesehatan RI dan PT Astra International Tbk.
Program tersebut diluncurkan di Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Tebuk dan Desa Bloro, Senin (2/11/2026). Bupati Sikka, Juventus Prima Yoris Kago, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dan Astra dalam rehabilitasi serta penyediaan fasilitas kesehatan di kedua desa tersebut.
Menurut Juventus, penguatan pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan menyediakan fasilitas dan tenaga medis. Keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan juga diperlukan untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
“Seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan harus menjaga komitmen bersama demi tercapainya pola hidup sehat yang berkelanjutan,” kata Juventus.
26 Kelompok Tani Sikka Terima Alokasi Irpom, Pencairan Dana Baru 70 Persen
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Kesehatan atas perhatian terhadap kebutuhan tenaga medis di Kabupaten Sikka. Ia berharap dukungan tersebut berlanjut, terutama melalui program Dokter Nusantara Sehat dan penataan tenaga medis spesialis pascabencana.
Kepada PT Astra International Tbk, Juventus mengapresiasi kontribusi melalui program CSR Kesehatan Astra yang mencakup rehabilitasi dan penyediaan fasilitas kesehatan di Desa Tebuk dan Bloro.
Menurutnya, penguatan fasilitas di tingkat desa dibutuhkan untuk mendukung pelayanan kesehatan berdasarkan siklus hidup, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, remaja hingga kelompok lanjut usia.
“Dukungan dan kolaborasi seperti ini sangat berharga bagi kami. Pelayanan kesehatan tidak bisa berjalan maksimal tanpa adanya sinergi dari seluruh pihak—pemerintah pusat, daerah, pihak swasta, hingga masyarakat di tingkat desa,” ujarnya.
Jalan Tak Cukup Diaspal: Persoalan Lahan Desa Dile Harus Dituntaskan
Juventus juga meminta tenaga kesehatan yang bertugas memberikan pelayanan secara cepat, ramah, dan maksimal. Ia mengapresiasi peran tenaga kesehatan serta kader Posyandu yang selama ini melayani masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
Pemerintah Desa Tebuk dan Desa Bloro bersama tokoh masyarakat juga diharapkan terlibat dalam menjaga keberlanjutan program tersebut.
Selain bidang kesehatan, dukungan Astra di Kabupaten Sikka juga mencakup kegiatan kewirausahaan dan pertanian, termasuk pengembangan komoditas kakao. Namun, bahan kegiatan yang disampaikan belum merinci bentuk bantuan, kelompok penerima, maupun capaian program di sektor tersebut.
Peluncuran program dihadiri perwakilan Kementerian Kesehatan RI, jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Camat Nita, kepala desa, Badan Permusyawaratan Desa, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, kader Posyandu, serta Pastor Paroki Nita.»(rel)
PENKES
Rp1,6 Miliar untuk Ruang Kelas Darurat Sikka, SDN Nitung Belum Terakomodasi
Pemkab Sikka menyiapkan delapan paket ruang kelas darurat dengan anggaran sekitar Rp1,4 miliar dari alokasi pendidikan Rp1,626 miliar. SDN Nitung dan sejumlah sekolah di wilayah Awa, Palue, belum terakomodasi karena keterbatasan waktu dan kendala mobilisasi material.
MAUMERE, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Sikka mengalokasikan Rp1.626.812.060 dari Dana Bantuan Presiden (Banpres) untuk pemulihan infrastruktur pendidikan pascagempa. Namun, program delapan paket ruang kelas darurat (RKD) yang menggunakan sekitar Rp1,4 miliar belum menjangkau sejumlah sekolah yang membutuhkan penanganan, termasuk SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Kecamatan Palue.
Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka, Patrisius Pederiko, mengatakan keterbatasan waktu pengerjaan dan kendala mobilisasi material menjadi alasan sejumlah sekolah belum dapat dimasukkan dalam program tersebut.
“Di Kecamatan Palue sebenarnya tidak hanya lima sekolah. Namun, mengingat pelaksanaan proyek harus selesai dalam tahun anggaran ini dan kondisi wilayah menyulitkan mobilisasi barang, beberapa sekolah tidak bisa diakomodasi,” ujar Patrisius di ruang kerjanya, Senin (26/10/2026).
Transfer TPG Guru Non-ASN Diklaim Tuntas, Guru yang Belum Menerima Diminta Mengadu
Dari total alokasi Rp1.626.812.060 untuk Kabupaten Sikka, sekitar Rp1,4 miliar digunakan untuk pembangunan delapan paket RKD beserta fasilitas mebeler.
Delapan paket tersebut tersebar di SDN Todang, Kecamatan Bola; SDI Iligetang, Kecamatan Alok Timur; SMP Santo Robertho Biket, Kecamatan Waigete; serta lima sekolah lainnya di Kecamatan Palue.
Patrisius menyebut SDN Nitung, yang mengalami kerusakan cukup parah, termasuk sekolah yang belum terakomodasi. Sekolah-sekolah di wilayah Awa juga belum masuk dalam paket yang sedang disiapkan.
Untuk delapan paket yang telah direncanakan, Pemkab Sikka menargetkan seluruh pekerjaan rampung pada 15 Desember 2026. Namun, penandatanganan kontrak dengan pihak ketiga baru dijadwalkan pada 4 November 2026, dengan masa pengerjaan 45 hari kerja.
Patrisius mengatakan pemilihan lokasi telah mempertimbangkan perhitungan teknis agar pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tenggat.
“Kami mempertimbangkan lokasi yang secara perhitungan teknis benar-benar bisa dilaksanakan dalam kurun waktu dua bulan ini, yakni November dan Desember. Targetnya, 15 Desember 2026 seluruh pekerjaan harus sudah selesai,” katanya.
Ruang kelas darurat akan menggunakan konstruksi baja ringan, atap seng, dan dinding kasibor. Pekerjaan tersebut mencakup pembangunan ruang kelas beserta fasilitas mebeler.
Pencatatan 19 Jenis Karya Hak Cipta Bakal Gratis Mulai November
Patrisius mengatakan pihaknya meminta kontraktor melaksanakan pekerjaan tanpa uang muka. Pembayaran dilakukan setelah pekerjaan dinyatakan selesai 100 persen.
“Bagi yang tidak siap secara finansial dan komitmen, kami persilakan mundur, karena kami mencari yang benar-benar siap bekerja cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago sebelumnya menyatakan dana Banpres senilai Rp20 miliar ditargetkan terealisasi hingga akhir Desember 2026. Dalam konferensi pers pada 20 Oktober 2026, pemerintah daerah mencatat realisasi dana tersebut sebesar Rp2.391.729.320,76 atau 11,96 persen.
Pemerintah Kabupaten Sikka menyatakan pengelolaan dana bantuan akan melibatkan aparat penegak hukum, termasuk kejaksaan, serta Inspektorat untuk melakukan pengawasan.
Dengan jadwal kontrak yang dimulai pada November dan target penyelesaian pada 15 Desember 2026, delapan paket RKD tersebut memiliki waktu pelaksanaan yang terbatas. Sementara itu, SDN Nitung dan sekolah-sekolah di wilayah Awa, Palue, masih belum masuk dalam paket penanganan yang dijelaskan Kepala Dinas PKO.»(rel)
-
NASIONAL1 year agoPemerintah Akan Berupaya Tekan Angka Keracunan MBG
-
HUMANIORA1 year agoSemangat Pengabdian Aipda Hironimus T. Werang di Tengah Keterbatasan Fisik
-
HUMANIORA1 year agoTHS-THM cetak 146 Pelatih dalam UKT se-Nusa Tenggara dan Timor Leste
-
HUMANIORA1 year agoTak Banyak yang Peduli, Keluarga Andi Wonasoba Pilih Ulurkan Kasih untuk ODGJ di Maumere
-
HUKRIM1 year agoMasuk Pekarangan Tanpa Izin, Delapan Staf BRI Cabang Maumere Dipolisikan
-
OPINI1 year agoKetika Pengabdian Tak Dihargai: Catatan Kritis atas Pemberhentian Sepihak Pendamping PKH di Sikka
