Connect with us

HUMANIORA

Kunjungan Humanis Waka Polda NTT ke Panti Asuhan Santo Aloysius

Menyemai Kepedulian, Merajut Harapan Anak-Anak Sikka.

Published

on

Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Baskoro Tri Prabowo, bersama Vina Sari Narulita Prabowo, melakukan kunjungan penuh kepedulian ke Panti Asuhan Santo Aloysius di Kabupaten Sikka, Senin (16/2/2026). FOTO: IST

Maumere, GardaFlores – Wakil Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur, Baskoro Tri Prabowo, bersama Vina Sari Narulita Prabowo, melaksanakan kunjungan penuh kepedulian ke Panti Asuhan Santo Aloysius di Kabupaten Sikka, Senin (16/2/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kehadiran Polri di ruang-ruang sosial yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan berkelanjutan.

Informasi tersebut disampaikan oleh Kapolres Sikka Bambang Supeno melalui Kasi Humas Polres Sikka Leonardus Tunga. Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 14.12 WITA dan disambut hangat oleh pengelola serta anak-anak panti. Dalam suasana penuh keakraban, Waka Polda NTT secara simbolis menyerahkan 20 paket bantuan yang berisi perlengkapan mandi dan kebutuhan pokok, sebagai bentuk perhatian dan empati kepada para penghuni panti.

Meski berlangsung sekitar 30 menit hingga pukul 14.40 WITA, makna dari kunjungan ini jauh melampaui durasi waktu. Panti asuhan bukan hanya tempat singgah, melainkan rumah dan ruang tumbuh bagi anak-anak yang setiap hari membutuhkan dukungan pendidikan, kesehatan, serta pendampingan psikososial agar dapat menatap masa depan dengan lebih percaya diri.

Sekolah Roboh Diterjang Cuaca Ekstrem, Waka Polda NTT Turun Langsung ke Gaikiu

Bantuan yang diberikan patut diapresiasi sebagai langkah awal kepedulian. Pada saat yang sama, masyarakat juga menaruh harapan agar kegiatan semacam ini dapat berkembang menjadi pola pendampingan yang lebih berkelanjutan. Kolaborasi jangka panjang antara institusi kepolisian, pemerintah daerah, dan yayasan pengelola panti akan sangat berarti untuk memastikan kebutuhan anak-anak dapat terpenuhi secara lebih menyeluruh.

Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah anak-anak panti asuhan mencerminkan wajah humanis Polri sebagai mitra sosial masyarakat. Dengan keterbukaan, kesinambungan program, dan komitmen bersama, kegiatan sosial tidak hanya menjadi simbol kepedulian, tetapi benar-benar bertransformasi menjadi investasi kemanusiaan bagi generasi penerus.

Kunjungan berakhir dalam suasana aman dan tertib. Bagi anak-anak Panti Asuhan Santo Aloysius, kehadiran dan perhatian yang mereka terima hari itu menjadi penguat semangat untuk terus melangkah, meraih pendidikan, dan menata masa depan yang lebih baik.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending