Connect with us

HUMANIORA

Kapolres Sikka Imbau Warga Gunakan Masker dan Helm, Kadis Kominfo Minta Warga Tetap Waspada

Published

on

Maumere, GardaFlores – Kapolres Sikka AKBP Hardi Dinata mengimbau seluruh warga Kabupaten Sikka untuk menggunakan masker dan helm saat berkendara. Sementara itu Kadis Kominfo minta agar masyarakat tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang.

Imbauan tersebut disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Hardi Dinata dan Kadis Kominfo Awales Syukur di Maumere, Selasa (12/11/2024) secara terpisah. 

Hardi menjelaskan bahwa penggunaan masker dan helm diperlukan karena abu vulkanik telah menyebar ke seluruh wilayah Kabupaten Sikka akibat erupsi Gunung Lewotobi.

Baca juga:
Pasca Penetapan Status Siaga Darurat Bencana, Penjabat Bupati Sikka Minta Kampanye Ansy-Jane Ditunda

“Karena abu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi, saya mengimbau seluruh warga Sikka untuk menggunakan masker dan helm saat berkendara,” ujarnya.

 “Saya meminta warga untuk selalu mengenakan masker karena debu vulkanik akibat erupsi Gunung Lewotobi telah mencapai Kabupaten Sikka,” tambahnya. 

Himbauan serupa juga disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten Sikka melalui Dinas Kominfo Kabupaten Sikka. 

Kepala Dinas Kominfo Awales Syukur melalui jajarannya menyampaikan informasi dan himbauan kepada masyarakat melalui mobil keliling ke sejumlah titik di Kota Maumere dan sekitarnya serta pengumuman melalui Radio Suara Sikka dan media sosial milik Dinas Kominfo.

Baca juga:
Dampak Erupsi Gunung Lewotobi, Semua Sekolah di Sikka Diliburkan

Dalam pengumuman itu disebutkan, sehubungan dengan dampak erupsi Gunung Lewotobi yang sudah menyebar di wilayah kabupaten Sikka, maka dihimbau  kepada seluruh masyarakat kabupaten Sikka agar memperharikan hal-hal berikut:

Pertama, menggunakan masker saat berada di luar rumah atau di luar ruangan untuk menghindari paparan debu vulkanik yang berpotensi membahayakan pernapasan.

Kedua, menutup tempat penampungan air atau bak PAH untuk mencegah masuknya abu vulkanik yang mencemari air bersih.

Ketiga, mencuci sayuran dan buah-buahan sebelum dikonsumsi guna memastikan kebersihan dan mencegah paparan zat berbahaya dari abu vulkanik.

Pada bagian akhir pengumuman itu, Kepala Dinas Kominfo Awales Syukur mengajak semua warga untuk menjaga kesehatan dan keselamatan dengan mengikuti langkah-langkah pencegahan yang disampaikan. 

Ia juga meminta warga agar tetap waspada dan mengikuti informasi dari pihak berwenang.»

(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending