Connect with us

HUMANIORA

Dinas PKO Sikka Gelar Turnamen Futsal Tingkat SD dan SMP

Published

on

Maumere, GardaFlores—Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (PKO) Kabupaten Sikka menggelar turnamen futsal tingkat  Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di pelataran kantor Dinas PKO Sikka, Senin (16/12/2024).

Pada hari pertama turnamen, tercatat sebanyak 8 tim futsal yang bersaing memperebutkan juara. Sebanyak 12 SD dan 13 SMP telah terdaftar untuk mengikuti turnamen.

Kepala Dinas PKO Sikka, Germanus Goleng mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjaring minat anak SD dan SMP dalam bidang olahraga futsal.

Kepala Dinas PKO Sikka, Germanus Goleng. (Foto:Karel/GardaFlores)

“Turnamen ini digelar untuk mengarahkan minat anak-anak dalam olahraga futsal. Kegiatan ini hanya dilakukan setelah ujian, memanfaatkan waktu yang tersisa untuk berolahraga,” kata Germanus.

Ia mengatakan, turnamen ini merupakan program murni dari Dinas PKO Kabupaten Sikka, yang mendapat respons positif dari berbagai sekolah di tingkat SD dan SMP. Hal ini terlihat dari banyaknya sekolah yang mendaftar baik di dalam kota maupun di luar kota untuk mengikuti turnamen.

Baca juga:
Budaya dan Bahasa Adat Harus Jadi Muatan Lokal di SD dan SMP

“Ini adalah langkah awal dari Dinas PKO dan ke depan kami akan terus mengembangkan kegiatan serupa untuk menjaring minat dan bakat para siswa,” jelas Germanus.

Selain turnamen futsal, Dinas PKO juga merencanakan turnamen bola voli untuk siswa/i SMP yang akan dilaksanakan di Gelora Samador. “Seleksi untuk mengikuti turnamen biasanya dimulai dari tingkat kecamatan, namun untuk langkah awal ini, siswa dapat langsung mengikuti turnamen di tingkat kabupaten,” tambahnya.

Germanus berharap semua sekolah di tingkat SD dan SMP dapat berpartisipasi dalam turnamen futsal maupun voli.

Sekretaris panitia turnamen futsal, Yomi mengatakan, kegiatan futsal untuk SD akan berlangsung dari 16 hingga 21 Desember 2024, dengan total 13 sekolah yang terdaftar.

Setelah turnamen futsal tingkat SD selesai, akan dilanjutkan dengan turnamen sepak bola mini untuk tingkat SD, diikuti oleh turnamen futsal tingkat SMP, di mana 12 sekolah sudah mendaftar.

Baca juga:
Mahasiswa Diajak Ikut Rawat Destinasi Wisata Lokal

Tahap berikutnya adalah turnamen sepak bola untuk tingkat SMA yang diperuntukkan bagi usia 17 tahun.

Hadiah bagi para pemenang tingkat SD, juara 1 akan menerima Rp 3.000.000, juara 2 sebesar Rp 2.500.000, juara 3 sebesar Rp 2.000.000, dan juara 4 menerima Rp 1.500.000. Selain itu, ada kemungkinan hadiah khusus untuk pemain terbaik.»

(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending