Connect with us

SOSBUD

80 Warga Sikka Masih Tempuh 1 Kilometer untuk Dapatkan Air Bersih

Sebanyak 22 kepala keluarga atau sekitar 80 warga Kampung Koo Jodho, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Sikka, masih harus berjalan sekitar 1 kilometer menuju sumber air dan membawa pulang air menggunakan jerigen.

Published

on

Warga Kampung Koo Jodho, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, mengambil air dari sumber yang berjarak sekitar 1 kilometer dari permukiman.

MAUMERE, GardaFlores – Sebanyak 80 warga Kampung Koo Jodho, Dusun Lenandareta, Desa Lenandareta, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, masih harus berjalan kaki sekitar 1 kilometer untuk mendapatkan air yang digunakan sehari-hari.

Warga yang terdampak terdiri dari 22 kepala keluarga di RT 009/RW 004. Untuk memperoleh air, warga membawa jerigen menuju sumber air, mengisinya, kemudian membawanya kembali ke rumah.

Kondisi tersebut disampaikan warga setempat, Longginus Nong, saat ditemui di Maumere, Minggu (20/9/2026).

“Di sini untuk mendapatkan air, warga harus berjalan kaki sepanjang 1 Km. Warga harus menggunakan jerigen untuk mengisi air minum agar bisa dikonsumsi di rumahnya,” ujar Nong.

Menurut Nong, persoalan warga tidak hanya berkaitan dengan jarak menuju sumber air. Jalan yang harus dilalui warga menuju sumber air juga disebut dalam kondisi sangat buruk sehingga menyulitkan perjalanan.

Mendagri Ungkap Prabowo Setujui Tambahan Anggaran Gempa NTT, Kabupaten Rp20 Miliar dan Provinsi Rp40 Miliar

Kondisi tersebut membuat warga harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki sambil membawa jerigen untuk memenuhi kebutuhan air keluarga.

Menurut informasi yang disampaikan warga, kondisi kesulitan mendapatkan air tersebut telah berlangsung sejak Indonesia merdeka.

Warga Desa Lenandareta berharap Pemerintah Kabupaten Sikka dan DPRD Kabupaten Sikka turun langsung melihat kondisi mereka.

Warga berharap pemerintah datang melihat kondisi di lapangan, mendengarkan persoalan yang dihadapi masyarakat, serta mencari solusi atas kebutuhan air bersih dan akses menuju sumber air.

Kondisi di Kampung Koo Jodho mencakup 22 keluarga atau sekitar 80 jiwa yang masih mengandalkan sumber air dengan akses sekitar 1 kilometer dari permukiman.

Warga hingga kini masih membawa air menggunakan jerigen dari sumber air menuju rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.»(rel)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Pengurus PBVSI Sikka Periode 2026–2030 Resmi Dilantik - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

SOSBUD

SOS Flores Latih Calon Fasilitator dari 21 Kecamatan dan 12 Sekolah di Sikka

SOS Children’s Villages Flores menyiapkan calon fasilitator dari 21 kecamatan dan 12 sekolah di Kabupaten Sikka. Peserta akan meneruskan pendampingan masyarakat melalui sekolah dan desa, termasuk tindak lanjut program di Pulau Palue.

Published

on

Edukator Program Pemberdayaan Keluarga SOS Flores Waturia, Goreti Pederina, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. Pesertanya juga mencakup perwakilan dari dua desa dampingan SOS, yakni Desa Gong Bekor dan Desa Habi. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores – SOS Children’s Villages Flores melatih calon fasilitator yang berasal dari perwakilan 21 kecamatan dan 12 sekolah di Kabupaten Sikka. Para peserta dipersiapkan untuk meneruskan program pemberdayaan keluarga melalui kegiatan pendampingan di sekolah dan desa masing-masing.

Edukator Program Pemberdayaan Keluarga SOS Flores Waturia, Goreti Pederina, mengatakan pelatihan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Sikka. Pesertanya juga mencakup perwakilan dari dua desa dampingan SOS, yakni Desa Gong Bekor dan Desa Habi.

Goreti menyampaikan penjelasan tersebut dalam kegiatan pelatihan calon fasilitator di Maumere, Kamis (5/11/2026).

Sekda Sikka Paparkan Tiga Tahap Penanganan Bencana, Kaji Cepat Jadi Dasar Respons

Menurutnya, peserta dari unsur sekolah akan menjalankan peran fasilitator di lingkungan sekolah masing-masing. Sementara peserta dari kecamatan akan ditempatkan di desa-desa terdekat untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat.

“Walaupun tim kami cukup besar, kami harus berbagi menjadi dua tim, yakni tim untuk Nagekeo dan tim untuk Kabupaten Sikka,” jelas Goreti.

Selain di Sikka, SOS Children’s Villages Flores juga menjalankan kegiatan serupa di Kabupaten Nagekeo. Tim di daerah tersebut telah bekerja sejak September 2026.

Setelah pelatihan di Sikka, tim SOS dijadwalkan menuju Pulau Palue untuk menerapkan materi melalui kegiatan praktik langsung. Kegiatan di Palue tidak lagi berbentuk seminar atau pelatihan, melainkan tindak lanjut dari materi yang telah diberikan kepada peserta.

Dalam pelaksanaan program, tim lapangan akan memantau kegiatan para fasilitator dan relawan. Pemantauan tersebut mencakup perkembangan pelaksanaan, kebutuhan masyarakat, serta laporan kegiatan yang menjadi bahan evaluasi program.

Goreti menjelaskan, relawan yang telah direkrut juga akan membantu apabila pelaksanaan kegiatan oleh tim mengalami keterlambatan. Mereka bertugas mendukung kegiatan lapangan, mengumpulkan data, dan menyampaikan laporan kepada pimpinan SOS.

Pemkab Sikka Siapkan Penerapan PEDATI, Bupati Minta Pelaku Usaha Transparan soal Transaksi

SOS Children’s Villages Flores juga telah memberikan pendampingan kepada Desa Gong Bekor dan Desa Habi sebelum gempa Flores pada 15 Agustus 2026. Program tersebut mencakup pelatihan dan penguatan ekonomi masyarakat untuk meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga.

Dalam pelaksanaannya, SOS berkolaborasi dengan pemerintah desa, Pemerintah Kabupaten Sikka, serta organisasi nonpemerintah lainnya.

Melalui pelatihan calon fasilitator dan penempatan relawan, SOS Children’s Villages Flores menyiapkan mekanisme agar pendampingan keluarga dapat diteruskan di tingkat sekolah dan desa, termasuk di wilayah yang menjadi sasaran program di Kabupaten Sikka dan Nagekeo.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Kebakaran Melanda Dua Hektare Kebun Warga di Koting, Sumber Api Belum Diketahui

Sekitar dua hektare lahan kebun dan rumpun bambu milik Krispinus Jhon Robi dan Markus Bogar terbakar di Koting, Jumat (30/10/2026). Sumber api belum diketahui secara pasti.

Published

on

Kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan kebun dan rumpun bambu milik dua warga di Napung Gelo, Kecamatan Koting, Jumat (30/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores – Kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan kebun dan rumpun bambu milik dua warga di Napung Gelo, Dusun Natar Gete, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Jumat (30/10/2026). Hingga kini, sumber api yang memicu kebakaran belum diketahui secara pasti.

Dua pemilik lahan tersebut adalah Krispinus Jhon Robi dan Markus Bogar. Api mulai membakar area kebun sekitar pukul 12.00 WITA dan menjalar di kawasan yang tidak jauh dari jalan umum jurusan Woloara–Koting.

Sejumlah saksi menduga api berasal dari pembakaran tumpukan daun bambu kering di bagian kebun yang letaknya agak jauh dari jalan umum. Namun, informasi tersebut belum memastikan sumber awal kebakaran.

Jembatan Perintis Garuda di Desa Riit Diresmikan, Pemeliharaan Jadi Perhatian

Peristiwa itu dilaporkan warga bernama Albinus Siku kepada petugas Pospam Koting sekitar pukul 15.00 WITA. Setelah menerima laporan, personel Polsek Koting mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi lahan yang terbakar.

Petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka untuk membantu penanganan kebakaran.

Selain penyebab kejadian, belum tersedia informasi mengenai rincian luas lahan yang terbakar pada masing-masing pemilik maupun jumlah kerugian material akibat peristiwa tersebut.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

19 Jemaah Umrah dari Sikka dan Flores Timur Berangkat ke Tanah Suci

Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Flores Timur berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (24/10/2026). Perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta itu menggunakan paket umrah selama 12 hari.

Published

on

Keberangkatan 19 jemaah umrah asal Sikka dan Flores Timur melalui Bandara Frans Seda, Maumere, Sabtu (24/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur berangkat menuju Tanah Suci melalui biro perjalanan Samira Ali Wisata, Sabtu (24/10/2026). Dari Bandara Frans Seda, Maumere, para jemaah melanjutkan perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta sebelum terbang ke Arab Saudi.

Perjalanan tersebut menggunakan paket umrah selama 12 hari. Perwakilan Samira Ali Wisata, H. Mannahau, hadir untuk memberikan pengarahan sebelum keberangkatan.

Mannahau mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan kepada jemaah selama menjalankan ibadah umrah. Ia berharap jumlah jemaah dari Sikka dan Flores Timur yang menggunakan layanan tersebut meningkat pada tahun depan.

Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen

“Kami sebagai agen travel Samira Ali Wisata memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati dan sepuasnya kepada jemaah kami. Kami berharap tahun depan jemaah dari Sikka dan Flores Timur lebih banyak lagi,” ujar Mannahau.

Ia menjelaskan, Samira Ali Wisata menyediakan beberapa pilihan pembayaran, mulai dari tunai, tabungan, cicilan, hingga program arisan keluarga.

“Pembayaran bisa secara cash, bisa dengan sistem tabungan, bahkan bisa berangkat dulu baru bayar atau diangsur. Kami juga memiliki program arisan keluarga untuk saling membantu pembiayaan sesama jemaah umrah,” katanya.

Salah satu jemaah asal Kabupaten Sikka, Laatu Pare, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk menjalankan ibadah umrah dan menjadikannya umrah yang mabrur, diterima segala doa. Dan dapat kembali ke Kabupaten Sikka dengan aman dan lancar,” ungkap Laatu.»(rel)

Continue Reading

Trending