Connect with us

HUMANIORA

BPBD Ngada Satu Pintu Salurkan Bantuan Gempa, Warga Minta Data Penerima Dibuka

BPBD Ngada menerapkan sistem satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa. Warga meminta data penerima dan distribusi logistik dibuka secara transparan.

Published

on

Untuk menjangkau wilayah terdampak hingga pelosok, BPBD menggandeng pemilik kendaraan truk. Penentuan penerima dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan rumah. FOTO: GARDAFLORES/ROBY

BAJAWA, GardaFlores — Pemerintah Kabupaten Ngada menerapkan mekanisme satu pintu dalam penyaluran bantuan gempa bumi dengan memusatkan logistik dari BNPB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada.

Kepala Pelaksana BPBD Ngada, Emanuel Kora mengatakan mekanisme tersebut diterapkan agar distribusi bantuan dapat dikendalikan dan diarahkan kepada warga berdasarkan kebutuhan serta tingkat kerusakan rumah.

“Semua masuk ke kami dulu. Tujuannya satu, pendistribusian satu arah supaya tepat sasaran,” kata Emanuel, Selasa (26/8/2026).

Logistik yang diterima BPBD antara lain beras, makanan instan, tenda darurat, spon tidur, tikar, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.

Pasien Penyakit Kronis Berisiko Terabaikan dalam Penanganan Gempa Flores

Untuk menjangkau wilayah terdampak hingga pelosok, BPBD menggandeng pemilik kendaraan truk. Penentuan penerima dilakukan bersama pemerintah kecamatan dan desa dengan mempertimbangkan tingkat kerusakan rumah.

Mekanisme tersebut mendapat perhatian warga yang meminta pengelolaan bantuan dilakukan secara terbuka, terutama dalam pendataan dan penentuan penerima.

Goris, warga Bajawa Utara, mengatakan pembagian bantuan sebelumnya pernah dinilai tidak merata dan sempat memicu perselisihan antarwarga.

“Kami mohon semua logistik dikontrol dengan baik dan transparan. Pemerintah harus mendata dengan baik, membaginya dengan benar, terbuka dan merata,” ujarnya.

Pengungsi Watuliwung Masih Bertahan, PDI Perjuangan Salurkan Bantuan Kebutuhan Dasar

Goris juga meminta bantuan bencana tidak digunakan untuk kepentingan politik.

“Karena ada juga yang memanfaatkan bantuan logistik ini untuk kampanye pencalonan kepala desa,” katanya.

Sementara itu, Dominikus, warga Desa Uluwae, mengatakan bantuan beras, tikar dan spon tidur membantu keluarganya selama berada dalam kondisi terdampak gempa.

“Akhirnya bisa tidur nyenyak. Selama ini kami hanya beralaskan daun,” katanya.

Menurut Dominikus, bantuan pangan berupa sayur dan buah juga membantu warga memenuhi kebutuhan selama aktivitas pertanian terganggu akibat gempa.

Dampak bencana juga dirasakan dari sisi ekonomi. Warga yang kehilangan produktivitas tetap menghadapi kewajiban membayar cicilan koperasi maupun bank.

Di Tengah Pengungsian, Naufal Menunggu Kepastian Pengobatan

“Kami mohon kepada Bapak Presiden agar membantu meringankan beban kami, karena dengan musibah ini kami menjadi tidak produktif untuk mencari uang membayar cicilan koperasi dan bank,” pintanya.

Hingga Selasa (26/8/2026), penyaluran bantuan darurat BNPB untuk wilayah Flores terdampak gempa masih berlangsung. Bantuan meliputi kebutuhan pangan, tenda, selimut, peralatan dapur dan obat-obatan.

Pemkab Ngada menyatakan data penerima bantuan akan diumumkan secara terbuka di tingkat desa dan kecamatan setelah proses verifikasi selesai.

Dengan demikian, mekanisme satu pintu bukan hanya soal memusatkan logistik, tetapi juga memastikan setiap bantuan tercatat, penerima terverifikasi dan distribusinya dapat dipantau masyarakat.»(tim/rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending