Connect with us

PENKES

Lomba Bertutur SD/MI Sikka: Cerita Lokal Dibawa ke Panggung Anak-anak

SDI Gere menjadi juara pertama Lomba Bertutur SD/MI se-Kabupaten Sikka 2026. Selain kompetisi, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak mengenal dan menyampaikan kembali cerita, sejarah dan budaya lokal.

Published

on

Selain tiga juara utama, dewan juri memberikan sejumlah penghargaan khusus. SDI Wairklau menjadi Favorit Bunda Literasi Kabupaten Sikka, SDI Wairhubing sebagai Favorit Unsur Akademisi, sedangkan MI Al-Muhajirin Perumnas mendapat penghargaan Favorit Unsur Pemerhati Budaya. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Lomba Bertutur Antar-SD/MI se-Kabupaten Sikka yang digelar Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka berakhir pada Rabu, 12 Agustus 2026. SDI Gere keluar sebagai juara pertama melalui cerita “Du’a Toru”, disusul SDI Paga di posisi kedua dengan cerita “Frans Seda” dan SDI Koting sebagai juara ketiga dengan cerita “Du’a Toru”.

Lomba yang berlangsung selama dua hari di Aula Frans Seda, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka itu ditutup Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Kabupaten Sikka, Rudolfus Ali.

Selain tiga juara utama, dewan juri memberikan sejumlah penghargaan khusus. SDI Wairklau menjadi Favorit Bunda Literasi Kabupaten Sikka, SDI Wairhubing sebagai Favorit Unsur Akademisi, sedangkan MI Al-Muhajirin Perumnas mendapat penghargaan Favorit Unsur Pemerhati Budaya.

Hadiah uang pembinaan untuk kategori favorit diberikan secara pribadi oleh Bunda Literasi Kabupaten Sikka Fista Sambuari Kago, pemerhati budaya Viktor Nekur dan akademisi Yuliana Onang Da Lopez. Penghargaan itu diberikan atas keberanian, kreativitas, penguasaan cerita serta kemampuan peserta menyampaikan kembali nilai literasi dan budaya lokal.

Tujuh Tahun Mati Suri, 13 Tim Bola Voli Kembali Hidupkan Gairah Nita

Pemerhati budaya yang juga anggota dewan juri, Viktor Nekur, mengatakan cerita yang dibawakan peserta menunjukkan kekayaan sejarah, budaya dan kearifan lokal Sikka yang dapat dikembangkan sebagai bahan bacaan sekaligus pembelajaran bagi anak-anak.

“Cerita-cerita yang dibawakan peserta juga menunjukkan bahwa kekayaan budaya, sejarah, serta kearifan lokal Kabupaten Sikka dapat menjadi sumber bahan bacaan dan pembelajaran yang menarik bagi generasi muda,” kata Viktor.

Menurut dia, kegiatan bertutur memberi ruang kepada anak-anak untuk tidak hanya mengenal cerita, tetapi juga menyampaikannya kembali dengan kemampuan mereka sendiri. Dalam proses tersebut, cerita lokal mendapat kesempatan untuk tetap dikenal oleh generasi berikutnya.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka, Very Awales, mengatakan penguatan budaya literasi perlu dilakukan sejak usia sekolah. Anak-anak, kata dia, tidak cukup hanya diarahkan untuk gemar membaca, tetapi juga perlu mampu memahami, mengolah dan menyampaikan kembali informasi secara kreatif.

Perse Ende ke Final, Sepak Bola NTT Jangan Berhenti pada Euforia

“Melalui kegiatan ini, Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus mendorong penguatan budaya literasi sejak usia sekolah,” ujarnya.

Lomba tersebut dengan demikian tidak hanya menjadi ajang menentukan peserta terbaik dalam bertutur. Cerita-cerita yang dibawakan para peserta memperlihatkan bahwa bahan literasi dapat bersumber dari lingkungan dan kebudayaan yang mereka kenal sendiri.

Tantangannya adalah memastikan cerita tersebut tidak berhenti setelah perlombaan berakhir. Sekolah, keluarga dan lingkungan menjadi ruang berikutnya agar tradisi membaca, bertutur dan mengenal budaya lokal tetap berlangsung di luar panggung lomba.

Dengan ditutupnya perlombaan tahun ini, SDI Gere membawa pulang gelar juara. Namun bagi penyelenggara dan pemerhati budaya, pekerjaan literasi dan pewarisan cerita lokal masih berlanjut setelah panggung dikosongkan.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PENKES

Bupati Sikka Dorong Turnamen Desa Jadi Ajang Lahirkan Atlet Berprestasi

Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita didorong menjadi ruang seleksi dan pembinaan atlet. Pemain terbaik akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Published

on

Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago mendorong turnamen bola voli antar desa di Kecamatan Nita tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga dimanfaatkan untuk menemukan dan membina atlet berprestasi.

Pesan tersebut disampaikan dalam sambutan Bupati yang dibacakan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales saat menutup Turnamen Bola Voli Antar Desa Kecamatan Nita di Lapangan Golden Nita, Jumat (2/10/2026) malam.

“Turnamen di tingkat desa dan kecamatan harus menjadi ruang untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial yang nantinya dapat berkembang dan membawa nama baik Kecamatan Nita serta Kabupaten Sikka,” demikian pesan Bupati.

Bupati juga menekankan pembinaan olahraga tidak semata-mata berorientasi pada kemenangan, tetapi juga membentuk disiplin, sportivitas, kerja sama, tanggung jawab, dan karakter generasi muda.

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Dalam kesempatan tersebut, Very Awales mewakili Bupati Sikka menyerahkan bantuan pribadi Rp5 juta untuk mendukung pembinaan bola voli di Kecamatan Nita.

“Anak-anak muda di desa memiliki potensi yang besar. Pemerintah harus hadir memberikan ruang, kesempatan dan dukungan agar potensi tersebut tidak berhenti sebagai bakat, tetapi berkembang menjadi prestasi,” ujar Very.

Very juga menyampaikan Turnamen Bola Voli Bupati Sikka Cup II akan segera digelar di Maumere. Turnamen itu menjadi kesempatan bagi pemain terbaik dari berbagai kecamatan untuk meningkatkan pengalaman dan kemampuan.

Camat Nita Herpianus Nong Lalang mengatakan turnamen antar desa tersebut sekaligus menjadi bagian dari proses seleksi pemain yang akan dipersiapkan mewakili Kecamatan Nita pada kompetisi tingkat Kabupaten Sikka.

Warga Alok Barat Adu Dayung dan Renang Tradisional di Nangahure

“Kegiatan ini bukan hanya untuk mencari juara, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melihat dan menyeleksi pemain-pemain terbaik dari desa-desa di Kecamatan Nita,” katanya.

Partai puncak mempertemukan Desa Tebuk dan Desa Bloro. Sementara perebutan tempat ketiga mempertemukan Nita Kloang A dan Nita Kloang B.

Penutupan turnamen turut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sikka Antonius Tanjung, para kepala desa, Ketua dan anggota BPD se-Kecamatan Nita, Ketua TP PKK Kecamatan Nita, panitia pelaksana, pengurus PBVSI Kabupaten Sikka, serta masyarakat dan undangan lainnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Ketua DPRD Sikka Serahkan Buku Karya Penulis Lokal ke Perpusda Frans Seda

Ketua DPRD Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah buku karya penulis lokal kepada Perpusda Frans Seda. Koleksi tersebut diterima Kepala Disarpus Sikka Very Awales.

Published

on

Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan koleksi buku karya penulis lokal kepada Kepala Disarpus Sikka Very Awales untuk Perpusda Frans Seda.

MAUMERE, GardaFlores — Ketua DPRD Kabupaten Sikka Stefanus Sumandi menyerahkan sejumlah koleksi buku karya penulis lokal kepada Perpustakaan Umum Daerah (Perpusda) Frans Seda Kabupaten Sikka, Jumat (2/10/2026).

Buku-buku tersebut diterima Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka Very Awales di ruang kerja Ketua DPRD Sikka.

Stefanus mengatakan penyerahan buku tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Koleksi itu diharapkan dapat dimanfaatkan pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka.

“Buku-buku ini kami serahkan sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan literasi dan pengembangan ilmu pengetahuan di Kabupaten Sikka. Kami berharap koleksi ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat, terutama pelajar, mahasiswa, guru, peneliti, dan pemustaka di Perpusda Frans Seda,” kata Stefanus.

Frando Da Lopez Hibahkan Koleksi Buku Pribadi ke Perpustakaan Sikka

Dosen FKIP Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang sekaligus penulis lokal asal Kabupaten Sikka, E. Nong Yonson, mengapresiasi penyerahan buku tersebut. Menurutnya, buku yang disumbangkan ke perpustakaan dapat memperluas manfaat bacaan kepada masyarakat.

“Buku yang sudah selesai dibaca oleh seseorang belum tentu selesai manfaatnya. Ketika disumbangkan kepada perpustakaan, buku tersebut dapat dibaca oleh banyak orang dan manfaatnya menjadi jauh lebih luas,” ujar Nong Yonson.

Nong Yonson berharap donasi buku terus berkembang dan perpustakaan dimanfaatkan untuk membaca, berdiskusi, belajar, penelitian, hingga menghasilkan karya.

Very Awales menyampaikan terima kasih atas tambahan koleksi tersebut. Ia mengatakan buku-buku itu akan memperkaya bahan bacaan dan referensi di Perpusda Frans Seda.

Youth FREN Serahkan Buku Karya Anak Muda ke Perpustakaan Sikka

“Bagi kami, setiap buku yang disumbangkan adalah tambahan pengetahuan bagi masyarakat. Kami menyampaikan terima kasih kepada Ketua DPRD Kabupaten Sikka yang telah ikut mengambil bagian dalam gerakan membangun budaya literasi di daerah ini,” katanya.

Very mengatakan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka terus meningkatkan layanan Perpusda Frans Seda melalui pengembangan koleksi, peningkatan layanan pemustaka, penguatan literasi masyarakat, serta persiapan menuju akreditasi perpustakaan.

Ia juga mengajak masyarakat, lembaga pendidikan, pemerintah, DPRD, dan pihak lainnya menyumbangkan buku, termasuk buku referensi, karya ilmiah, hasil penelitian, skripsi, tesis, disertasi, dan bahan bacaan lain yang relevan.

“Gerakan membangun literasi tidak bisa dilakukan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan sendiri. Ini adalah gerakan bersama. Ketika berbagai elemen ikut menyumbangkan buku dan gagasan, kita sedang menanam investasi pengetahuan untuk generasi Sikka,” pungkasnya.»(rel)

Continue Reading

PENKES

Pasca Gempa, Alok Barat Libatkan 11 Sekolah dalam Cerdas Cermat dan Badminton

Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan. Kegiatan yang berlangsung dua hari itu menjadi bagian dari aktivitas pemulihan psikososial pascagempa.

Published

on

Camat Alok Barat, Marselinus Mau dengan latar siswa dari 11 sekolah SD dan SMP mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan di Aula Kantor Camat Alok Barat, 1–2 Oktober 2026.

MAUMERE, GardaFlores – Sebanyak 11 sekolah tingkat SD dan SMP di Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, mengikuti lomba cerdas cermat 4 Pilar Kebangsaan dalam rangkaian peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Kamis-Jumat (1–2/10/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Alok Barat itu menjadi salah satu aktivitas pemulihan psikososial bagi anak-anak setelah gempa. Selain cerdas cermat, rangkaian kegiatan juga diisi pertandingan badminton antar instansi di Kecamatan Alok Barat.

Cerdas cermat berlangsung dalam tiga sesi, yakni soal wajib, lempar soal, dan rebutan soal. Para siswa mengikuti perlombaan sekaligus mempersiapkan diri untuk babak berikutnya dengan belajar bersama di sela kegiatan.

Camat Alok Barat Marselinus Mau mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk mengembalikan aktivitas belajar dan interaksi anak-anak setelah terdampak gempa.

Wisuda UNIMOF 2026, Wabup Sikka Dorong 142 Lulusan Ciptakan Lapangan Kerja

“Melalui peringatan Hari Kesaktian Pancasila ini, kita ingin menguatkan kembali semangat persatuan dan kebangsaan, sekaligus membantu anak-anak kita pulih dari dampak gempa. Kami berharap kegiatan ini menumbuhkan semangat belajar, sportivitas, dan prestasi, serta mempererat kebersamaan seluruh masyarakat Alok Barat,” ujar Marselinus.

Menurutnya, kegiatan tidak hanya melibatkan siswa. Dukungan guru dan orang tua ikut terlihat selama perlombaan berlangsung.

Pertandingan badminton kemudian memperluas kegiatan ke tingkat masyarakat. Cabang olahraga tersebut menjadi bagian dari rangkaian aktivitas bersama di Kecamatan Alok Barat setelah gempa.

Rangkaian kegiatan tersebut menggabungkan lomba pengetahuan kebangsaan dan aktivitas olahraga dalam momentum Hari Kesaktian Pancasila, dengan pemulihan psikososial masyarakat sebagai salah satu fokus kegiatan.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending