Connect with us

SOSBUD

Bupati Yosef Mulai Benahi Wajah Kota Ende, Kawasan Kumuh Ditertibkan, Warga Rasakan Perubahan

Published

on

Bupati Yosef; “Kawasan ini akan dijadikan ruang publik yang nyaman, terbuka, dan ramah bagi semua kalangan, sehingga masyarakat bisa menikmati pemandangan pantai tanpa terhalang, Kamis (24/4/2026).” FOTO: IST

ENDE, GardaFlores — Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda mulai membenahi wajah Kota Ende melalui penataan kawasan kumuh, penertiban bangunan liar, relokasi pedagang kaki lima (PKL), serta pembenahan fasilitas publik di sejumlah titik strategis. Langkah yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Ende itu kini mulai dirasakan masyarakat melalui kondisi kota yang dinilai lebih bersih, tertib, dan nyaman.

Program penataan dilakukan di sejumlah lokasi, antara lain kawasan pesisir Ndao, Pasar Wolowona, Pasar Mbongawani, serta ruas jalan dalam Kota Ende, dengan fokus pada peningkatan kebersihan, ketertiban, kelancaran lalu lintas, dan fungsi ruang publik.

Bupati Yosef mengatakan penataan kota menjadi bagian dari upaya memperbaiki wajah Ende sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pintu masuk wilayah Flores bagian tengah.

“Kalau orang datang ke Ende dan melihat kondisi yang tidak tertata, tentu akan memberikan kesan yang kurang baik. Karena itu, kita harus bersama-sama menata kota ini,” katanya.

Salah satu lokasi yang kini menjadi perhatian pemerintah daerah adalah kawasan pesisir Ndao. Pada Jumat (24/4/2026), pemerintah menurunkan alat berat berupa ekskavator mini untuk membersihkan sisa material bangunan yang sebelumnya ditertibkan. Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) juga dikerahkan untuk mengangkut material ke tempat pembuangan akhir.

Selain itu, Dinas Perhubungan melakukan pemasangan dan perbaikan lampu penerangan jalan di kawasan tersebut.

Menurut Yosef, area pesisir Ndao akan ditata menjadi ruang terbuka hijau dan kawasan publik yang dapat diakses masyarakat.

“Kawasan ini akan dijadikan ruang publik yang nyaman, terbuka, dan ramah bagi semua kalangan, sehingga masyarakat bisa menikmati pemandangan pantai tanpa terhalang,” ujarnya usai meninjau lokasi.

Galian C Kali Nangamboa untuk Proyek Jalan di Ende Diklaim Berizin Desa, Gunakan Skema Kesepakatan Fasilitas Umum

Ia menegaskan pemerintah daerah akan melakukan pengawasan agar kawasan yang telah ditertibkan tidak kembali digunakan secara tidak sesuai aturan. Untuk itu, petugas Satuan Polisi Pamong Praja diminta bersiaga di lokasi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Ende, Mustakim Mberu, mengatakan penataan kawasan bukan untuk menghambat usaha masyarakat, tetapi mengembalikan fungsi fasilitas umum seperti jalan, trotoar, dan ruang terbuka.

“Para pedagang tetap difasilitasi dengan lokasi yang lebih layak dan tidak melanggar ketentuan tata ruang,” katanya.

Pemkab Ende sebelumnya juga melakukan penataan pasar-pasar dalam kota sepanjang 2025 sebagai bagian dari pembenahan kawasan perdagangan, pengurangan kemacetan, serta pengendalian sampah dan drainase.

Sejumlah warga menyatakan mulai merasakan perubahan setelah penataan dilakukan pemerintah daerah. Kawasan pintu masuk Kota Ende dari arah barat dinilai lebih bersih, tertib, dan aman bagi pengguna jalan.

“Penataan dan solusi ini menjadi penting untuk membuat kota ini menjadi lebih baik. Butuh kesadaran dan dukungan dari semua pihak,” kata Piter Abanat, warga Nangaba.

Warga lainnya, Konstantinus Gedo, menilai pembenahan kota perlu didukung bersama selama dilakukan sesuai aturan.

“Kita bangga dengan Kota Pancasila. Kalau kota ini ditata menjadi lebih asri dan indah, seharusnya kita ikut mendukung,” ujarnya.

Program penataan itu menjadi bagian dari agenda berkelanjutan Pemerintah Kabupaten Ende dalam revitalisasi infrastruktur, pengelolaan ruang publik, dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan.»(rel)

SOSBUD

Kebakaran Melanda Dua Hektare Kebun Warga di Koting, Sumber Api Belum Diketahui

Sekitar dua hektare lahan kebun dan rumpun bambu milik Krispinus Jhon Robi dan Markus Bogar terbakar di Koting, Jumat (30/10/2026). Sumber api belum diketahui secara pasti.

Published

on

Kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan kebun dan rumpun bambu milik dua warga di Napung Gelo, Kecamatan Koting, Jumat (30/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores – Kebakaran melanda sekitar dua hektare lahan kebun dan rumpun bambu milik dua warga di Napung Gelo, Dusun Natar Gete, Desa Koting A, Kecamatan Koting, Kabupaten Sikka, Jumat (30/10/2026). Hingga kini, sumber api yang memicu kebakaran belum diketahui secara pasti.

Dua pemilik lahan tersebut adalah Krispinus Jhon Robi dan Markus Bogar. Api mulai membakar area kebun sekitar pukul 12.00 WITA dan menjalar di kawasan yang tidak jauh dari jalan umum jurusan Woloara–Koting.

Sejumlah saksi menduga api berasal dari pembakaran tumpukan daun bambu kering di bagian kebun yang letaknya agak jauh dari jalan umum. Namun, informasi tersebut belum memastikan sumber awal kebakaran.

Jembatan Perintis Garuda di Desa Riit Diresmikan, Pemeliharaan Jadi Perhatian

Peristiwa itu dilaporkan warga bernama Albinus Siku kepada petugas Pospam Koting sekitar pukul 15.00 WITA. Setelah menerima laporan, personel Polsek Koting mendatangi lokasi untuk mengecek kondisi lahan yang terbakar.

Petugas juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sikka untuk membantu penanganan kebakaran.

Selain penyebab kejadian, belum tersedia informasi mengenai rincian luas lahan yang terbakar pada masing-masing pemilik maupun jumlah kerugian material akibat peristiwa tersebut.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

19 Jemaah Umrah dari Sikka dan Flores Timur Berangkat ke Tanah Suci

Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Flores Timur berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (24/10/2026). Perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta itu menggunakan paket umrah selama 12 hari.

Published

on

Keberangkatan 19 jemaah umrah asal Sikka dan Flores Timur melalui Bandara Frans Seda, Maumere, Sabtu (24/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores — Sebanyak 19 jemaah umrah asal Kabupaten Sikka dan Kabupaten Flores Timur berangkat menuju Tanah Suci melalui biro perjalanan Samira Ali Wisata, Sabtu (24/10/2026). Dari Bandara Frans Seda, Maumere, para jemaah melanjutkan perjalanan melalui Surabaya dan Jakarta sebelum terbang ke Arab Saudi.

Perjalanan tersebut menggunakan paket umrah selama 12 hari. Perwakilan Samira Ali Wisata, H. Mannahau, hadir untuk memberikan pengarahan sebelum keberangkatan.

Mannahau mengatakan pihaknya berupaya memberikan pelayanan kepada jemaah selama menjalankan ibadah umrah. Ia berharap jumlah jemaah dari Sikka dan Flores Timur yang menggunakan layanan tersebut meningkat pada tahun depan.

Dana Bantuan Presiden Rp20 Miliar di Sikka Baru Terserap 11,96 Persen

“Kami sebagai agen travel Samira Ali Wisata memberikan pelayanan terbaik dengan sepenuh hati dan sepuasnya kepada jemaah kami. Kami berharap tahun depan jemaah dari Sikka dan Flores Timur lebih banyak lagi,” ujar Mannahau.

Ia menjelaskan, Samira Ali Wisata menyediakan beberapa pilihan pembayaran, mulai dari tunai, tabungan, cicilan, hingga program arisan keluarga.

“Pembayaran bisa secara cash, bisa dengan sistem tabungan, bahkan bisa berangkat dulu baru bayar atau diangsur. Kami juga memiliki program arisan keluarga untuk saling membantu pembiayaan sesama jemaah umrah,” katanya.

Salah satu jemaah asal Kabupaten Sikka, Laatu Pare, mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan berangkat ke Tanah Suci. Ia berharap seluruh rangkaian ibadah berjalan lancar dan para jemaah dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.

“Semoga Allah SWT memberikan kemudahan untuk menjalankan ibadah umrah dan menjadikannya umrah yang mabrur, diterima segala doa. Dan dapat kembali ke Kabupaten Sikka dengan aman dan lancar,” ungkap Laatu.»(rel)

Continue Reading

SOSBUD

Bupati Sikka: Gong Waning Harus Terus Dimainkan, Bukan Sekadar Simbol Budaya

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda. Pesan itu disampaikan saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan di Maumere, Jumat (23/10/2026).

Published

on

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan tentang Gong Waning di Maumere, Jumat (23/10/2026). FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

MAUMERE, GardaFlores — Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago meminta musik tradisional Gong Waning terus dimainkan dan diwariskan kepada generasi muda, bukan sekadar ditampilkan sebagai simbol budaya. Ia mendorong pelestarian melalui pendidikan, dokumentasi, kegiatan seni, dan pengembangan ekonomi kreatif berbasis tradisi.

“Gong Waning bukan sekadar bunyi atau musik tradisional, melainkan suara kebudayaan dan ingatan kolektif masyarakat Kabupaten Sikka. Di dalam dentumannya terkandung nilai-nilai sosial, persaudaraan, dan pembentuk karakter yang diwariskan antargenerasi. Kita tidak boleh membiarkan Gong Waning hanya tersimpan sebagai simbol budaya di pameran museum, tetapi harus terus dimainkan, dipelajari, dan dikembangkan,” kata Juventus saat membuka Seminar dan Diskusi Kebudayaan bertajuk “Gong Waning sebagai Identitas Budaya” di Kherubim Convention Hall, Maumere, Jumat (23/10/2026).

Menurut Juventus, keberlangsungan Gong Waning membutuhkan keterlibatan pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh adat, seniman, dan generasi muda. Ia meminta pengetahuan serta keterampilan memainkan musik tradisional tersebut diwariskan secara terstruktur melalui sanggar seni, kegiatan ekstrakurikuler sekolah, dan pertunjukan budaya.

Sertifikasi Benih Jagung Vitalis di Magepanda Dilanjutkan setelah Pemeriksaan Lapangan

Pemerintah Kabupaten Sikka juga mendorong penelitian dan dokumentasi audiovisual agar pengetahuan tentang Gong Waning dapat dipelajari oleh generasi berikutnya. Pengembangan festival dan industri kreatif berbasis budaya turut menjadi salah satu upaya yang didorong, dengan tetap menghormati nilai adat dan hak masyarakat sebagai pemilik tradisi.

Juventus mengatakan Gong Waning telah tercatat sebagai salah satu Objek Pemajuan Kebudayaan dalam dokumen Pokok Pikiran Kebudayaan Daerah (PPKD) Kabupaten Sikka. Menurut dia, kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat mempertahankan identitas budayanya.

Kabupaten Sikka menjadi satu dari 10 kabupaten/kota di Indonesia yang dipercaya Kementerian Kebudayaan RI menyelenggarakan seminar dan diskusi kebudayaan tersebut.

Inspektorat Sikka Catat Setoran Rp3,31 Miliar, Tindak Lanjut Temuan Masih Berjalan

Seminar menghadirkan tiga narasumber. Pater Ansel Doredae membawakan materi tentang revitalisasi musik tradisional sebagai identitas budaya dan sumber pendidikan bagi generasi mendatang. Pengalamannya mencakup pendidikan, penelitian, dan dokumentasi kebudayaan, termasuk ritus adat, tradisi lisan, situs budaya, dan kearifan lokal masyarakat Flores.

Yos Lasar, komponis sekaligus praktisi pendidikan musik yang mengabdi sebagai guru dan pengawas pendidikan musik di Kabupaten Sikka pada 1993–2025, membahas peran musik tradisional dalam pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya.

Narasumber ketiga, Kletus Beru, merupakan pegiat budaya dan pariwisata yang terlibat dalam pelestarian musik, tarian tradisional, serta tenun ikat dengan pewarna alam Flores. Ia juga memimpin Sanggar Doka Tawa Tana dan terlibat dalam pengembangan wisata berbasis permukiman.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sikka Mauritius Minggo serta Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sikka Ferdinand Evensius Edomeko, bersama peserta seminar dan pegiat seni budaya.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending