Connect with us

HUMANIORA

Setelah 14 Hari Terhenti, ASN Disarpus Sikka Kembali Bekerja di Gedung Pascagempa

Setelah sekitar 14 hari aktivitas perkantoran terhenti akibat Gempa Flores, ASN Disarpus Sikka kembali bekerja setelah kondisi gedung diperiksa dan dinyatakan secara umum masih dapat digunakan.

Published

on

ASN Disarpus Kabupaten Sikka mengikuti Misa Syukur sebelum kembali menjalankan aktivitas perkantoran setelah sekitar 14 hari terhenti akibat Gempa Flores.

MAUMERE, GardaFlores — Aktivitas perkantoran Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka kembali berjalan setelah terhenti sekitar 14 hari akibat gempa bumi tektonik yang mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026.

Kembalinya ASN ke Gedung Disarpus Sikka, Kamis (3/9/2026), diawali dengan Misa Syukur di Aula Frans Seda, lantai II gedung tersebut.

Perayaan Ekaristi dipimpin Pater Arnold dan dihadiri Kepala Disarpus Sikka Very Awales, Sekretaris Dinas Yuvensius Rafael, para kepala bidang, pejabat struktural dan fungsional, serta seluruh ASN.

Gempa menyebabkan sejumlah bagian gedung mengalami kerusakan. Retakan masih terlihat pada beberapa bagian bangunan dan sejumlah kaca pecah.

Aktivitas perkantoran dihentikan selama kondisi gedung diperiksa. Setelah bangunan secara umum dinyatakan masih dapat digunakan, ASN kembali menjalankan tugas dan pelayanan.

20 Rumah Rusak akibat Gempa, Akses Jalan ke Mahebora Turut Jadi Persoalan

Kepala Disarpus Sikka Very Awales mengatakan Misa Syukur menjadi ungkapan terima kasih karena seluruh ASN dan keluarga besar Disarpus selamat dari gempa.

“Setelah melewati peristiwa gempa yang cukup dahsyat, kita bersyukur karena gedung ini masih berdiri dan kita semua diberikan keselamatan serta kekuatan untuk kembali melaksanakan tugas,” kata Very.

Ia mengakui kerusakan fisik masih terlihat pada sejumlah bagian gedung.

“Kerusakan memang masih terlihat. Ada bagian-bagian bangunan yang retak dan beberapa kaca pecah. Namun, kita bersyukur karena secara keseluruhan gedung ini masih dapat digunakan,” ujarnya.

Very mengatakan keselamatan pegawai menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas perkantoran kembali dilaksanakan. Kembalinya ASN ke kantor sekaligus menandai dimulainya kembali pelayanan Disarpus kepada masyarakat.

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 3.340 Jiwa Berada di Palue

Dalam homilinya, Pater Arnold mengajak jajaran Disarpus memperkuat solidaritas, kepedulian, kebersamaan, dan kepercayaan kepada Tuhan selama menjalani pemulihan pascabencana.

Very berharap pengalaman gempa menjadi pelajaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan memperkuat tanggung jawab pelayanan.

“Ke depan, kita ingin kembali bekerja dengan semangat baru. Tugas kita adalah mengurus perpustakaan dan kearsipan, tetapi di balik tugas itu ada tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Dengan kembali digunakannya gedung tersebut, pelayanan perpustakaan dan kearsipan mulai berjalan kembali setelah terhenti selama dua pekan. Sementara itu, kerusakan pada sejumlah bagian bangunan masih menjadi bagian dari pemulihan pascagempa.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending