Connect with us

HUMANIORA

Konsolidasi AMPI Sikka Mengerucut, Targetkan Pemuda Jadi Motor Perubahan Daerah Jelang Musda 2026

AMPI Sikka mulai menyiapkan program konkret yang menyasar kebutuhan masyarakat.

Published

on

AMPI Kabupaten Sikka. FOTO: IST

MAUMERE, GardaFlores — Konsolidasi pembentukan kepengurusan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Sikka periode 2026–2031 memasuki tahap krusial dengan penajaman arah gerak organisasi pada hari ketiga pelaksanaan, Sabtu (21/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat Sementara AMPI Sikka, Jalan Wairklau, Maumere, menegaskan komitmen organisasi untuk bertransformasi menjadi motor penggerak pemuda dalam pembangunan daerah.

Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris AMPI Sikka, Yance Maring, menegaskan bahwa konsolidasi tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur formal semata.

“AMPI tidak boleh berhenti pada pembagian jabatan. Organisasi ini harus hidup, bekerja, dan memberi solusi bagi masyarakat,” tegasnya dalam forum.

Konsolidasi tersebut diikuti berbagai elemen pemuda, termasuk mahasiswa dan mahasiswi, yang mulai memanfaatkan AMPI sebagai ruang aktualisasi dan pengembangan kapasitas. Partisipasi ini dinilai menjadi indikator meningkatnya kesadaran generasi muda untuk terlibat aktif dalam dinamika pembangunan daerah.

Dalam forum, pembahasan difokuskan pada penguatan struktur inti organisasi, penegasan fungsi tiap bidang, serta penyelarasan visi dan misi guna mempercepat kinerja organisasi. Sejumlah posisi strategis, khususnya wakil ketua bidang, telah terisi.

AMPI Sikka Tuntaskan Plt Ketua Kecamatan, Konsolidasi Pemuda Dipacu Menuju Musda

Bidang yang disiapkan mencakup organisasi, kaderisasi, politik dan ideologi, ekonomi, sosial dan kesejahteraan rakyat, pendidikan dan kebudayaan, kesehatan, hukum dan HAM, pemberdayaan perempuan dan disabilitas, kepemudaan, pertanian dan ketahanan pangan, lingkungan, media dan informasi, serta hubungan masyarakat.

Meski demikian, proses rekrutmen masih terus dibuka untuk pengisian posisi sekretaris bidang dan tim pendukung sebagai upaya memperluas keterlibatan generasi muda.

Di tingkat kecamatan, konsolidasi juga telah berjalan dengan terbentuknya seluruh Pelaksana Tugas (Plt) Ketua AMPI kecamatan. Struktur ini akan segera diperkuat melalui penerbitan surat keputusan (SK) sebagai dasar operasional dalam memperluas gerakan organisasi di wilayah masing-masing.

Tahapan konsolidasi ini menjadi bagian penting menjelang Musyawarah Daerah AMPI Sikka (Musda) yang akan menentukan kepemimpinan definitif sekaligus arah kebijakan organisasi ke depan.

Selain penguatan internal, AMPI Sikka mulai menyiapkan program konkret yang menyasar kebutuhan masyarakat. Agenda yang dirancang antara lain layanan pengobatan gratis di wilayah dengan keterbatasan akses kesehatan serta pelatihan kepemimpinan untuk mencetak kader muda yang kompetitif.

Dengan konsolidasi yang semakin mengerucut, AMPI Sikka menegaskan posisi generasi muda sebagai aktor utama pembangunan daerah, bukan sekadar pengamat.

“AMPI tidak boleh berhenti pada pembagian jabatan. Organisasi ini harus hidup, bekerja, dan memberi solusi bagi masyarakat.”

Sejalan dengan itu, pemerintah pusat melalui kebijakan nasional pembangunan sumber daya manusia dan penguatan peran organisasi kepemudaan terus mendorong partisipasi aktif generasi muda dalam pembangunan. Konsolidasi organisasi seperti AMPI menjadi bagian penting dalam menciptakan kepemimpinan muda yang adaptif, solutif, dan berdaya saing di tingkat daerah maupun nasional.»(rel)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

Trending