Connect with us

HUMANIORA

Sejumlah 67 Personel Polres Sikka Naik Pangkat, 8 Lainnya Terima Penghargaan

kenaikan pangkat bukan merupakan hak otomatis, melainkan bentuk penghargaan institusi atas kinerja, dedikasi, dan disiplin personel.

Published

on

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K. FOTO: GARDAFLORES/KAREL PANDU

Maumere, GardaFlores – Sejumlah 67 personel Kepolisian Resor (Polres) Sikka resmi menerima kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi berdasarkan Surat Keputusan Kapolri dan Kapolda NTT. Selain itu, 8 personel Polres Sikka menerima penghargaan atas dedikasi dan loyalitas dalam pelaksanaan tugas.

Pelantikan dan penghargaan itu dilakukan dalam Upacara Korp Raport Kenaikan Pangkat Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Januari 2026, Rabu (31/12/2025).

Upacara berlangsung di Lapangan Hitam Polres Sikka, Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka, dan dipimpin langsung oleh Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno, S.I.K.

Penghargaan juga diberikan kepada Camat Tanawawo atas partisipasi dan kontribusinya kepada Polri berupa hibah sebidang tanah untuk pembangunan Pos Pengamanan (Pospam) Tanawawo, serta kepada satu orang warga masyarakat Tanawawo yang membantu memfasilitasi proses hibah dan pembangunan pos tersebut.

Brimob Polda NTT Sterilisasi dan Patroli Gereja di Maumere Jelang Malam Natal

Dalam amanatnya, Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno menegaskan bahwa kenaikan pangkat bukan merupakan hak otomatis, melainkan bentuk penghargaan institusi atas kinerja, dedikasi, dan disiplin personel.

“Kenaikan pangkat adalah amanah dan tanggung jawab yang harus dipertanggungjawabkan secara moral, profesional, dan institusional. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menekankan pentingnya peningkatan profesionalisme, menjaga integritas, memperkuat soliditas internal, serta meningkatkan sinergi antara Polres Sikka dan Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

Upacara diikuti oleh personel Polres Sikka, personel Kompi 1 Batalyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT, serta Bhayangkari. Kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar, serta berakhir pada pukul 08.30 WITA, dilanjutkan dengan pemberian ucapan selamat kepada personel yang naik pangkat dan menerima penghargaan.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending