Connect with us

HUMANIORA

Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Lagi, Kolom Abu Mencapai 10 Kilometer

Published

on

Maumere, GardaFlores – Gunung Lewotobi Laki-laki di wilayah Kabupaten Flores Timur meletus lagi, Rabu (15/10/2025) dini hari sekitar pukul 01.35 dan diperkirakan menyemburkan abu setinggi 10 kilometer.

Letusan itu sudah “diprediksi” oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). 

Sekitar 4 jam sebelum letusan terjadi, PVMBG secara resmi menaikkan status Gunung Lewotobi dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas) pada Selasa, 14 Oktober 2025, pukul 21.30 WITA.

Ribuan Umat Hadiri Ziarah Jubelium Keuskupan Maumere di Sanctuarium Wisung Fatima Lela

Disebutkan, kenaikan status ini dilakukan setelah hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan signifikan aktivitas kegempaan, khususnya gempa vulkanik dalam yang mengindikasikan adanya suplai magma baru dari bawah permukaan menuju ke puncak gunung. Kondisi tersebut menandakan potensi erupsi eksplosif masih dapat terjadi.

Disebutkan, berdasarkan pengamatan visual periode 13–14 Oktober 2025, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas tebal. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis hingga tebal setinggi 50–500 meter dari puncak.

Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi antara cerah dan hujan, dengan suhu udara berkisar 22,7–34,3°C. Arah angin tercatat lemah ke arah barat daya, barat, dan barat laut.

Bupati Juventus Kukuhkan Pengurus Dewan Kesenian Sikka Periode 2025–2030

Dari hasil pengamatan seismik, tercatat: 1 kali Gempa Letusan, 4 kali Gempa Guguran, 9 kali Gempa Hembusan, 1 kali Gempa Harmonik, 23 kali Gempa Tremor Non-Harmonik, 1 kali Gempa Tornillo, 22 kali Gempa Vulkanik Dalam, 2 kali Gempa Tektonik Lokal, 11 kali Gempa Tektonik Jauh, dan 1 kali Getaran Banjir.

PVMBG menyebut, aktivitas kegempaan tersebut menunjukkan suplai magma ke permukaan masih terus berlangsung, sehingga kemungkinan terjadinya erupsi dalam waktu dekat tetap tinggi.

Seiring kenaikan status menjadi Level IV (Awas), PVMBG mengeluarkan rekomendasi agar masyarakat, pendaki, dan wisatawan tidak beraktivitas dalam radius 6 kilometer dari puncak kawah, serta 7 kilometer sektoral pada arah barat laut–timur laut.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak panik, dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah,” demikian imbauan dalam laporan resmi yang ditandatangani oleh Kepala Badan Geologi, Dr. Ir. Muhammad Wafid A.N., M.Sc.

Enam Bangunan Ludes Terbakar di Kota Uneng, Satu Korban Alami Luka Bakar Serius

PVMBG juga mengingatkan agar masyarakat tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya, serta tetap memantau perkembangan aktivitas gunung melalui situs resmi Magma Indonesia (https://magma.esdm.go.id) dan media sosial Badan Geologi.

Selain ancaman erupsi, masyarakat di sekitar lereng gunung diminta mewaspadai potensi banjir lahar jika terjadi hujan lebat, terutama bagi warga di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung, seperti di Nawakote, Dulipali, Nobo, Hokeng Jaya, hingga Nurabelen.

PVMBG juga mengimbau masyarakat terdampak hujan abu vulkanik agar menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan. Sebaran abu vulkanik juga dapat mengganggu operasional bandara dan jalur penerbangan apabila mengarah ke wilayah udara tersebut.

Pemerintah daerah diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera dan PVMBG untuk langkah-langkah mitigasi bencana yang tepat.»(*/rel)

 

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Gunung Lewotobi Laki-laki Meletus Dua Hari Berturut-turut, Kolom Abu Capai 1 Km dan Warga Diminta Jauhi Radius 4 Km - Garda Flores %

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending