Connect with us

HUMANIORA

Donatur Surabaya Kirim 13 Ton Beras, 20 Tandon Air dan Ratusan Sepatu untuk Korban Gempa Flores

Bantuan dari sejumlah donatur di Surabaya tiba di Sikka berupa lebih dari 13 ton beras, 20 tandon air, ratusan pasang sepatu, susu balita, dan kebutuhan lainnya untuk korban gempa Flores.

Published

on

MAUMERE, GardaFlores — Bantuan untuk warga terdampak gempa Flores kembali tiba di Kabupaten Sikka dari Surabaya. Donasi tersebut berupa lebih dari 13 ton beras, 20 tandon air, ratusan pasang sepatu baru, serta berbagai kebutuhan pangan dan perlengkapan lainnya.

Bantuan dihimpun melalui Buddhist Education Centre Surabaya, Meta School, Longevitology, Yayasan Ichlas Bhakti Surabaya, PT WIP Sepatu Trakkers, dan Jaylan Kai Lim Osella.

Koordinator penyaluran bantuan di Kabupaten Sikka, Michael Heryanto Sastero, mengatakan bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak gempa Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

“Bantuan ini kami harapkan bisa tepat sasaran, terutama untuk masyarakat yang benar-benar terdampak gempa,” kata Michael di Maumere, Sabtu (5/9/2026).

3.645 Warga Sikka Masih Mengungsi, 8.645 Rumah Terdampak Gempa

Untuk kebutuhan pangan, bantuan yang dikirim antara lain lebih dari 13 ton beras, 100 dos mi instan, 500 dos mi Sedaap dan Indomie, 25 dos minyak goreng, 49 dos kopi Fresco, serta 30 kilogram ikan kering.

Donasi untuk anak-anak meliputi lebih dari 1.000 dos susu balita 1+, susu 3+ dan 5+, serta 75 dos susu Dancow UHT.

Bantuan lainnya berupa ratusan pasang sepatu baru merek Trakkers, kaos Osella, pakaian layak pakai, dan perlengkapan warga.

Untuk kebutuhan air, donatur mengirim 20 tandon air merek Profil Tank dengan kapasitas masing-masing 2.300 liter dan 1.800 liter. Tandon tersebut dilengkapi kran dan disiapkan untuk memenuhi kebutuhan air warga di lokasi terdampak.

Sejumlah tenda perorangan juga disiapkan untuk kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan ibu bersalin.

Kementerian UMKM Buka 3 Kanal Pengaduan bagi Pelaku Usaha, dari Izin hingga Bantuan

Michael mengatakan bantuan akan didistribusikan ke sejumlah wilayah terdampak, antara lain Desa Nitunglea dan Dusun Nitung di Kecamatan Palue serta wilayah Mekendetung.

Sebelumnya, sebagian bantuan telah disalurkan ke Biara Suster Maria Imakulata di Habi, Desa Habi. Bantuan tersebut diterima pimpinan komunitas biara, Suster Irene.

Michael berharap bantuan dari para donatur dapat membantu memenuhi kebutuhan warga yang masih terdampak gempa.

“Semoga bantuan ini setidaknya bisa mengurangi penderitaan yang dialami para korban terdampak gempa,” ujarnya.»(rel)

HUMANIORA

Bhayangkari Papua Salurkan 225 Karung Beras dan Logistik untuk Warga Nitunglea

Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan sejumlah kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa di Nitunglea, Palue, pada Sabtu, 10 Oktober 2026.

Published

on

Bantuan beras dan kebutuhan pokok dari Pengurus Daerah Bhayangkari Papua untuk warga terdampak gempa di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Pengurus Daerah Bhayangkari Papua menyalurkan 225 karung beras dan berbagai kebutuhan pokok kepada warga terdampak gempa bumi di Desa Nitunglea, Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026).

Bantuan dari Ny. Nova Patrige Renwarin bersama jajaran pengurus Bhayangkari Papua tersebut terdiri atas 225 karung beras berukuran lima kilogram, 25 dos minyak goreng kemasan satu liter, 600 dos air minum Aqua Gelas Nusra, 15 dos Energen, sembilan dos susu Dancow, dan 15 dos gula pasir.

Penyaluran bantuan ini berlangsung dalam rangka Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-75 Tahun 2026.

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Logistik diberangkatkan dari Kantor Polsubsektor Palue pukul 07.00 WITA menuju Kantor Desa Nitunglea. Serah terima bantuan kepada pemerintah desa berlangsung sekitar pukul 10.00 WITA untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sasaran.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Palue, Brigpol I Gusti Ngurah Putra Kencana, S.H., mendampingi penyaluran bersama Penjabat Kepala Desa Nitunglea, Bay Langko, S.Sos., serta aparat dan staf desa.

Distribusi bantuan berakhir sekitar pukul 17.00 WITA.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Pria 49 Tahun Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Paga

Seorang pria berinisial Y.D.B. (49) ditemukan meninggal di ruang keluarga rumahnya di Paga, Sikka. Keluarga sempat berupaya memberikan pertolongan sebelum membawanya ke Puskesmas Wolofeo.

Published

on

Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, tempat seorang pria ditemukan meninggal pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—Seorang pria berinisial Y.D.B. (49), warga Dusun Warami, Desa Masebewa, Kecamatan Paga, Kabupaten Sikka, ditemukan meninggal dunia oleh istrinya di ruang keluarga rumah mereka pada Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 05.30 WITA.

Menurut laporan kepolisian, istri korban, G.G. (47), menemukan suaminya saat keluar dari kamar setelah terbangun. Ia kemudian menghubungi anak mereka, A.P.S.N. (19), yang sedang menginap di rumah seorang teman, sekitar 25 meter dari kediaman keluarga.

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

Anak korban segera pulang. Bersama anggota keluarga, ia berusaha memberikan pertolongan sebelum membawa korban ke Puskesmas Wolofeo. Namun, tenaga medis menyatakan korban telah meninggal dunia sebelum tiba di puskesmas.

Setelah menerima laporan masyarakat, anggota Polsek Paga mendatangi lokasi untuk mendata korban dan saksi serta mengumpulkan keterangan. Polisi juga berkoordinasi dengan tenaga medis dan keluarga.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi maupun proses hukum lebih lanjut, sebagaimana tercatat dalam laporan kepolisian.

Hingga berita ini disusun, penyebab pasti kematian korban belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading

HUMANIORA

Petani 35 Tahun Meninggal Setelah Tenggelam di Pantai Lela

P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di Pantai Lela, Sikka. Dua nelayan berusaha mengevakuasinya setelah korban terlihat meminta pertolongan di laut.

Published

on

Perairan Pantai Lela, Desa Lela, Kecamatan Lela, Kabupaten Sikka, tempat seorang petani berinisial P.N.L. dilaporkan tenggelam pada Sabtu (10/10/2026).

MAUMERE, GardaFlores—P.N.L. (35), seorang petani, meninggal dunia setelah tenggelam di perairan Pantai Lela, tepat di depan Kantor Camat Lela, Desa Lela, Kabupaten Sikka, Sabtu (10/10/2026) pagi.

Korban dilaporkan berada di laut sekitar pukul 08.30 WITA dan meminta pertolongan. Dua nelayan, B.Y. dan M.S., berusaha mengevakuasinya ke bibir pantai.

B.Y. mengatakan, sekitar pukul 08.00 WITA ia melihat korban menari dan melompat-lompat di tepi pantai. Sekitar 30 menit kemudian, ia melihat korban berada di laut sambil meminta pertolongan.

B.Y. berenang mendekati korban dan berusaha membawanya ke pantai. Karena kelelahan, ia meminta bantuan M.S. Keduanya kemudian membawa korban ke bibir pantai.

Warga selanjutnya menghubungi ambulans Puskesmas Nanga untuk membawa korban ke Rumah Sakit Santo Elisabeth Lela. Namun, korban meninggal dunia setelah mendapat penanganan medis.

Bhabinkamtibmas Bantu Keluarga Korban Kebakaran Posko Pengungsian Palue

Anggota Polsek Lela mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi mendata korban dan saksi serta berkoordinasi dengan tim medis rumah sakit dan keluarga korban.

Menurut keterangan saksi M.R.V., korban telah tinggal seorang diri di pondok miliknya selama hampir lima tahun. M.R.V. selama ini membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban.

Keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak autopsi. Korban direncanakan dimakamkan pada Senin (12/10/2026) pukul 09.00 WITA.

Hingga berita ini ditulis, penyebab pasti korban tenggelam belum dapat dipastikan secara medis.»(rel)

Continue Reading
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Trending